JETIS - Dinding penahan tanah (DPT) di seberang GOR Jetis, Kabupaten Mojokerto didandani usai ambrol terkikis arus sungai. Rusaknya plengsengan itu bahkan sempat membuat aspal jalan provinsi di sebelahnya ambles.
PPK Wilayah I UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Tri Cahyo Utomo menuturkan, perbaikan struktur penahan jalan itu dilakukan setelah menerima laporan warga. Mereka khawatir permukaan jalan yang ambles beberapa centimeter itu bisa memicu kecelakaan. ’’Waktu kita cek, ternyata kondisi DPT-nya sudah menggantung,’’ sebutnya, Senin (29/6).
Menurutnya, kerusakan plengsengan penahan jalan akibat terus menerus terkikis derasnya arus sungai. Kondisi ini, menurut Cahyo, diperparah dengan bekas kegiatan normalisasi sungai yang mengeruk sedimen terlalu dalam di area DPT. ’’Normalisasi dari desa tahun 2023, pakai ekskavator,’’ urainya.
Perbaikan kemudian dilakukan dengan membangun DPT permanen pada satu titik tersebut. Pengerjaan plengsengan dengan tinggi 1,2 meter dan panjang 20 meter tersebut kini telah tuntas. ’’Pelaksanaannya sekitar dua minggu, 14-27 April lalu,’’ terang Cahyo.
Perbaikan ini tak lain untuk melindungi badan jalan provinsi tersebut dari potensi ambles dan longsor akibat gerusan aliran sungai. Sekaligus memperkuat struktur jalan dan menjaga infrastruktur. ’’Prinsipanya agar ruas jalan tetap aman dan nyaman dilintasi masyarakat,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah