’’Tembok yang jebol rencana ditutup gedek supaya sampah tidak tumpah,’’
Arif Eko Yulianto
Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto
DLH Bersihkan Luberan Sampah di Bantaran Sungai Brantas
KOTA - Sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, yang memenuhi bantaran Sungai Brantas akhirnya dibersihkan kemarin (27/6). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menyatakan akan memperbaiki tembok TPS sehingga sampah tak kembali meluber.
’’Pagi ini sampah sudah dibersihkan oleh teman-teman DLH,’’ kata Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Arif Eko Yulianto, kemarin (27/6). Pembersihan menyasar seluruh tumpukan sampah di area belakang TPS yang berada di simpang PMI sisi timur Jembatan Lespadangan itu. Petugas menggunakan alat manual untuk mengangkut sampah yang telah menggunung di bantaran sungai.
Sampah-sampah rumah tangga yang terbungkus kantong plastik itu sebelumnya diduga meluap dari TPS. Tembok bagian belakang bangunan yang berdiri di tanggul Sungai Brantas tersebut tampak sudah ambrol. Akibatnya sampah yang ditampung dari sejumlah kelurahan meluber ke bantaran sungai. Bahkan, tak sedikit yang hanyut terbawa arus sungai.
Arif menyatakan, selain melakukan pembersihan sampah, pihaknya juga akan memperbaiki bangunan TPS. Menurutnya, tembok yang jebol bakal ditutup supaya sampah tak kembali mengotori lingkungan sekitarnya. ’’Tembok yang jebol rencana ditutup gedek supaya sampah tidak tumpah,’’ tuturnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan tumpukan sampah di bantaran Sungai Brantas belakang TPS Hayam Wuruk. Selain memicu bau tak sedap, sampah yang menggunung telah mengotori kawasan di sisi utara Alun-Alun Wiraraja tersebut. Kondisi sampah yang meluap dari TPS diduga sudah berlangsung lama mengingat jumlahnya yang melimpah. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah