KOTA - Bantaran Sungai Brantas di belakang Tempat Penampungan Sementara (TPS) Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, dipenuhi sampah. Mengingat jumlah sampah yang melimpah, kondisi tersebut diduga sudah berlangsung lama.
Berdasarkan pantauan di lokasi kemarin (26/6), kantong plastik berisi aneka sampah rumah tangga menumpuk di antara pohon dan semak-semak yang tumbuh di belakang TPS. Tumpukan sampah tak terlihat dari jalan raya lantaran berada di sisi tanggul yang menjorok ke bantaran sungai. ’’Sudah ada yang masuk ke sungai juga sampahnya,’’ kata Faisal, salah seorang pengendara, kemarin (26/6).
TPS Hayam Wuruk berada di kawasan simpang PMI. Tepatnya di sebelah selatan Jembatan Lespadangan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Mojokerto. Lokasinya dekat dengan Alun-Alun Wiraraja yang menjadi jantung kota. Selama ini, TPS yang berdiri di tanggul Sungai Brantas itu menampung sampah rumah tangga dari sejumlah kelurahan di Kota Mojokerto.
Tumpukan sampah yang kini telah mengunung di bantaran sungai diduga berasal dari TPS. Pasalnya, sisi belakang bangunan tersebut terbuka. Terdapat bagian tembok TPS yang jebol dan tumpukan sampah mengerucut ke arahnya. ’’Setiap hari saya lewat sini, makin lama sampahnya makin banyak,’’ imbuhnya.
Dikonfirmasi mengenai sampah TPS Hayam Wuruk yang meluber ke bantaran Sungai Brantas, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Arif Eko Yulianto mengatakan akan segera melakukan tindak lanjut. ’’Segera di-TL,’’ ucapnya, kemarin (26/6). (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah