KOTA - Ribuan pencari kerja memadati job fair di GOR dan Seni Majapahit, Kota Mojokerto, kemarin (24/6). Bursa kerja yang digelar Pemkot Mojokerto itu diikuti sebanyak 35 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur hingga bimbingan belajar (bimbel).
Peserta yang kebanyakan mengenakan setelan putih-hitam rela antre sejak pagi. Mereka menenteng map berisi lamaran untuk mendaftar di perusahaan yang diinginkan. "Datang jam 07.00, antre satu jam dari isi formulir sampai sekarang," kata Sinta, satu dari ribuan peserta yang tengah menunggu giliran masuk ke area stan perusahaan, kemarin (24/6).
Sinta mengambil sepuluh formulir lamaran kerja. Dia ingin melamar di sebanyak-banyaknya perusahaan. "Siapa tahu ada yang jodoh, bisa dapat pekerjaan yang sesuai dengan passion," kata perempuan muda yang mengaku sebelumnya pernah bekerja di Surabaya itu.
Tak sedikit pencari kerja datang ditemani orang tua. Salah satunya Indah. Ia hadir menemani putrinya yang merupakan alumnus UIN Maliki Malang untuk mencari kerja. Hal serupa dilakukan Priambodo. Pengemudi ojek online (ojol) ini mendampingi anaknya yang baru lulus SMA. "Sepertinya melamar di bagian operator printing," ucapnya.
Perusahaan yang mengikuti job fair kebanyakan merupakan penyalur tenaga alih daya (outsourcing). Selain itu, terdapat perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, pembiayaan, konsultasi keuangan, telekomunikasi, supermarket, kontraktor, retail, hingga pengirim tenaga kerja ke Jepang. Beberapa perusahaan dengan profil mencolok dan skala nasional yang juga membuka lowongan, antara lain pabrik manufaktur alas kaki, pakan ternak, baja ringan, pipa baja, dan fast moving consumer goods (FMCG).
Jumlah rekrutmen bergantung pada masing-masing kebutuhan perusahaan. Seperti Pimpinan Bimbel Avicenna Cipta Cendekia Education Services (ACCES) Kota Mojokerto Mochamad Jamil yang mengatakan, lembaganya membuka sebelas lowongan kerja. Semuanya berposisi pengajar atau tentor les privat. "Lumayan banyak yang menaruh CV (curriculum vitae)," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, terdapat 1.200 lowongan pekerjaan yang disediakan 35 perusahaan peserta job fair. Menurutnya, bursa kerja ini menjadi salah satu upaya menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Mojokerto yang tinggi.
Ning Ita, sapaan wali kota menyebut, persentase TPT saat ini naik dari tahun sebelumnya. Kondisi itu berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang lebih tinggi dari angka nasional dan provinsi.
"Ini adalah data yang anomali, artinya bahwa masih banyak angkatan kerja produktif yang belum memiliki pekerjaan, sedangkan di sisi yang berbeda perekonomian di Kota Mojokerto tumbuh lebih cepat," tuturnya saat mengunjungi job fair.
"Maka kita mengupayakan ada job fair seperti ini untuk memberikan peluang yang bisa diakses langsung, sehingga mereka punya banyak pilihan bekerja dan harapannya tingkat pengangguran terbuka bisa diturunkan," imbuhnya. (adi/ris)