MOJOKERTO RAYA - Meski telah memasuki musim kemarau, belakangan ini hujan masih mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Baik pada pagi maupun malam hari. BMKG Juanda meminta agar masyarakat tetap mewaspadai dampak dari fenomena ini.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya menerangkan, guyuran hujan di tengah musim kemarau ini tergolong fenomena yang wajar. Menurutnya, hujan yang terjadi akhir-akhir ini bukan imbas adaya anomali cuaca. ’’Bukan, karena hujan ini bersifat lokal,’’ jelasnya, kemarin (24/6).
Ia membeberkan, ada beberapa faktor alam yang saling mendukung sebagai pemicu terjadinya hujan. Pertama, tercukupinya suplai uap air akibat peningkatan suhu permukaan air laut di Selat Madura hingga kondisi atmosfer cukup lembab.
Kondisi ini, lanjut Andrie, ditambah adanya gangguan skala lokal berupa pola konvergensi atau pertemuan arah angin. Disertai labilnya udara vertikal sehingga daya angkat udara cukup kuat. ’’Secara keseluruhan kondisi tersebut mendukung untuk pertumbuhan awan hujan,’’ papar Andrie.
Hujan intensitas rendah hingga sedang di musim kemarau ini bisa berdampak pada masyarakat. Selain memicu banjir genangan, perubahan cuaca berpotensi memicu berbagai penyakit. Mulai dari flu, batuk, hingga ISPA.
’’Tentu bisa berdampak pada kesehatan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan stabilitas imun,’’ tuturnya. Andrie menambahkan, fenomena ini dimungkinkan kembali terjadi hingga nanti musim kemarau berakhir. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah