Kenakan Baju Putih, di Pemkab Ditemui Wakil Bupati
KOTA – Setelah mahasiswa menggelar aksi, kemarin (24/6) pagi giliran ratusan relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mojokerto Raya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto. Mereka meminta agar program prioritas nasional ini tidak dihentikan usai menjadi sorotan publik belakangan ini.
Massa aksi dengan seragam baju putih membawa sejumlah poster dan spanduk dukungan terhadap program MBG. Mulai dari MBG adalah hak anak Indonesia, Yang penting rakyat kenyang dulu, hingga Tangkap koruptornya lanjutkan MBG-nya. Aksi damai kemudian bergerak menuju kantor Bupati Mojokerto di Jalan A Yani untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menekankan agar program MBG tetap beroperasi.
”Aksi damai bersama rakyat ini untuk mendukung program MBG agar tetap dilanjut,” ujar penanggung jawab aksi Defy Firman Al Hakim di lokasi. Sebab, klaim mereka, program pemerintah ini berdampak signifikan bagi masyarakat.
Selain pemenuhan gizi anak, perekonomian pedagang, UMKM hingga petani dinilai turut terdongkrak dari pasokan lokal bahan baku MBG. ”Kami menuntut agar program MBG dievaluasi untuk mementingkan nasib relawan-relawan MBG di seluruh Indonesia,” tandas Ketua PC Tidar Kabupaten Mojokerto, ini.
Peserta aksi ditemui langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian. Pemkab Mojokerto menyatakan sikap senada, yakni mendukung program MBG tetap berlanjut.
”Kami sebagai pemerintah daerah mendukung MBG tetap berlanjut. Ini harus kita kawal bersama, karena memang cita-cita mulia Bapak Presiden Prabowo,” sebutnya di hadapan massa aksi. Ratusan peserta aksi kemudian berangsur membubarkan diri seusai ditemui wabup.
Sebelumnya, aliansi mahasiswa Mojokerto menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota dan Kabupaten Mojokerto pada Senin (22/6). Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, utamanya mengevaluasi program MBG yang belakangan menjadi sorotan publik. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah