PADAMNYA aliran listrik sempat menyasar wilayah Kota Mojokerto. Terputusnya distribusi energi pokok ini berdampak pada tersendatnya urat nadi perekonomian. Dampak itu salah satunya menimpa operasional perkantoran.
Gangguan aliran listrik salah satunya dialami kantor redaksi berita online di Lingkungan Perum CSE, Jalan Grand Site 1, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Mati listrik dengan durasi cukup lama terjadi pada pekan lalu. ’’Itu di hari dan jam kerja, sekitar 4 jam lebih. Tentu operasional kantor sangat terdampak,’’ ujar Kepala Biro Karina Norhadini, kemarin (19/6).
Ia menjelaskan, aktivitas administrasi perkantoran jadi aspek paling terdampak. Sebab, hampir seluruhnya memanfaatkan perangkat elektronik yang tidak berfungsi alias shutdown jika aliran listrik padam. ’’Ngeprint dokumen jelas nggak bisa, ditambah internet Wifi juga mati,’’ bebernya.
Kondisi itu diperparah dengan belum tersedianya perangkat genset untuk kantor di tengah kawasan perumahan tersebut. Sementara pihaknya sebelumnya tidak mendapat informasi jika akan terjadi pemadaman listrik. ’’Tidak ada informasi apa pun yang sampai ke kita, tiba-tiba padam lama gitu saja,’’ kata Karina.
Menurutnya, gangguan listrik seperti ini bukan kali pertama menimpa kantornya. Kurun sebulan belakangan terputusnya distribusi listrik pernah sekali terjadi meski tidak berlangsung lama. ’’Yang sekali sebelumnya itu sebentar, kurang dari satu jam sudah nyala lagi,’’ bebernya.
Dari dampak yang ditimbulkan, pihaknya menyayangkan penyedia tenaga listrik yang tidak menyampaikan pemberitahuan adanya pemadaman maupun penjelasan pemicu gangguan distribusi listrik. ’’Harapan kami ke depannya supaya aliran listrik tetap lancar. Kalaupun akan ada pemadaman atau gangguan, supaya bisa disampaikan ke pelanggan agar bisa antisipasi,’’ tukasnya.
Dipicu Kerusakan Trafo
PLN ULP Mojokerto Kota memastikan belakangan ini tidak ada pemadaman listrik bergilir maupun black out di wilayah tiga kecamatan. Terputusnya distribusi listrik yang terjadi hanya di beberapa titik belakangan ini akibat adanya gangguan teknis.
’’Untuk pekan lalu di area Surodinawan itu bukan pemadaman bergilir. Tapi karena ada trafo listrik yang rusak,’’ ujar Manajer PLN ULP Mojokerto Kota Rechi Novriadi TA, kemarin (19/6).
Ia menerangkan, ketika itu PLN tidak bisa menyampaikan pemberitahuan sebelumnya lantaran terkategori penanganan darurat. ’’Kalaupun akan ada pemadaman bergilir, tentu kami sosialisasikan ke pelanggan lewat platform medsos kami. Tapi untuk belakangan ini tidak ada pemadaman,’’ ungkapnya.
Ia memastikan, pelayanan distribusi listrik di wilayah Kota Mojokerto menjadi prioritas PLN. Potensi gangguan listrik hingga black out terus diantisipasi perusahaan BUMN ini. ’’Tidak ada pemadaman total (black out), isu itu tidak benar. Kota Mojokerto aman,’’ tandas Rechi. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah