Dampak Pemadaman Listrik Bergilir oleh PLN di Mojokerto, Lampu Byarpet, UMKM Kalang Kabut 

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:56 WIB
DARURAT: Karyawan kerajinan baju karnaval memanfaatkan pencahayaan lilin untuk membantu penerangan saat mengerjakan pesanan customer di Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/6). (Dori JPRM)
DARURAT: Karyawan kerajinan baju karnaval memanfaatkan pencahayaan lilin untuk membantu penerangan saat mengerjakan pesanan customer di Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/6). (Dori JPRM) 

”Saya sudah mengalami delapan kali pemadaman. Dan ini yang kedelapan. Kondisi ini berdampak pada pengerjaan kostum, karena prosesnya sering terganggu.” 

Tri Mulyono

Desainer sekaligus perajin kostum karnaval 

”Sebagai langkah antisipasi agar pemadaman tidak meluas, PLN menerapkan kebijakan manajemen beban di sejumlah wilayah yang terdampak secara bergiliran demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan.”

Firman Raharja

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Mojokerto

MOJOKERTO - Kebijakan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Mojokerto mulai berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu yang paling terpukul adalah sektor industri kreatif, khususnya para perajin kostum karnaval di kawasan Trawas yang kini tengah berpacu dengan waktu menjelang musim pemesanan menyambut HUT ke-81 RI bulan Agustus mendatang. Di antaranya lampu byarpet, dan pekerjaan menjadi kalang kabut. 

Keluhan ini salah satunya datang dari Tri Mulyono, desainer sekaligus perajin kostum karnaval asal Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Pria yang juga aktif dalam gelaran Trawas Trashoin Carnival (TTC) ini mengaku sangat dirugikan dengan intensitas pemadaman listrik yang dinilai sering terjadi. ”Saya sudah mengalami delapan kali pemadaman. Dan ini yang kedelapan. Kondisi ini berdampak pada pengerjaan kostum, karena prosesnya sering terganggu,” ujar Tri dengan nada kesal kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (19/6). 

Menurut Tri, selama ini, pengerjaan pesanan kostum karnaval memang sangat bergantung pada kestabilan arus listrik. Khususnya, peralatan atau mesin utama, seperti pistol lem (glue gun) dan solder, tidak dapat berfungsi saat aliran listrik mengalami pemadaman. Belum lagi, durasi pemadaman yang tidak menentu, berkisar antara 2 hingga 5 jam, mengakibatkan jadwal produksi berantakan.

Di samping itu, kondisi tersebut kian pelik, mengingat saat ini permintaan kostum sedang melonjak tajam menjelang perayaan HUT ke-81 RI bulan Agustus mendatang. Tri mengaku harus lebih fokus membagi antara menyelesaikan kostum pesanan customer dan kostum untuk dihadirkan dalam berbagai pameran. 

Saat ini, ia juga tengah dikejar target menyelesaikan empat kostum karnaval berukuran besar yang deadline pengirimannya jatuh pada 26 Juni atau minggu depan. Padahal, normalnya proses produksi satu kostum karnaval membutuhkan waktu paling cepat selama dua minggu. Dengan demikian, pemadaman ini bahkan sempat merusak ritme pekerjaan di momen-momen krusial. ”Salah satunya sampai pas proses pengecatan, tiba-tiba mati listrik,” tambahnya. 

Masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti Tri kini hanya bisa berharap agar proses perbaikan dari PLN segera rampung dan tidak terulang kembali. ”Sehingga roda perekonomian dan kreativitas warga tidak kian layu akibat pemadaman,” tegasnya. 

TERDAMPAK: Sejumlah karyawan kerajinan baju karnaval sedang mengerjakan pesanan pelanggan di Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (19/6). Belakangan ini aktivitas mereka terdampak akibat pemadaman listrik bergilir. (Dori JPRM)
TERDAMPAK: Sejumlah karyawan kerajinan baju karnaval sedang mengerjakan pesanan pelanggan di Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (19/6). Belakangan ini aktivitas mereka terdampak akibat pemadaman listrik bergilir. (Dori JPRM)

PLN Terapkan Kebijakan Manajemen Beban 

Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto Firman Raharja membenarkan terkait adanya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan, pihak PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada demi menjaga keandalan sistem kelistrikan. Menurut Firman, pemadaman terpaksa dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang memicu penurunan kapasitas suplai listrik ke masyarakat. ”Sebagai langkah antisipasi agar pemadaman tidak meluas, PLN menerapkan kebijakan manajemen beban di sejumlah wilayah yang terdampak secara bergiliran demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” ungkapnya, kemarin (19/6). 

Di sisi lain, petugas di lapangan terus berupaya mempercepat perbaikan operasi pembangkit agar pasokan listrik kembali normal. PLN mengklaim akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal. ”Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan,” tandas Firman. (ori/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
lampu byarpet kabupaten mojokerto pln mojokerto pemadaman listrik