JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Wilayah Kota Mojokerto tak luput dari bayang-bayang peningkatan potensi kekeringan dan kebakaran di musim kemarau ini. Menyusul, kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang imbas adanya fenomena El Nino ’’Godzilla’’.
Kalaksa BPBD Kota Mojokerto Ganesh P. Khresnawan, menerangkan, kemarau panjang saat ini dimungkinkan membawa banyak dampak. Utamanya pada peningkatan potensi kekeringan, kebakaran hingga ancaman kesehatan bagi warga di tiga kecamatan.
’’Kami sosialisasikan ke masyarakat untuk kesiapan menghadapi kekeringan ekstrem dampak fenomena El Nino ’’Godzilla’’ tersebut. Fokusnya pada tiga aspek, konservasi air, pencegahan kebakaran dan perlindungan kesehatan,’’ ungkapnya, Rabu (17/6).
Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto Sajikan Skin Analysis Gratis dan Promo IPL Treatment hingga Ratusan Ribu
Untuk mengantisipasi krisis air bersih, BPBD mengimbau agar masyarakat melakukan manajemen tata kelola air yang baik. Sederhananya, dengan bijak menggunakan air untuk berbagai keperluan sehari-hari. Baik untuk mandi cuci kakus (MCK) hingga kebutuhan pertanian.
’’Ada larangan membakar sampah atau pekarangan sembarangan maupun membuang puntung rokok untuk mencegah bencana kebakaran, termasuk karhutla,’’ beber Ganesh.
Sebab, cuaca terik dan kering membuat sumber api semakin mudah berkobar. Pihaknya juga menekankan agar masyarakat segera melapor ke BPBD atau UPT Damkar jika terjadi kebakaran untuk segera ditangani. Terkait dampak kesehatan, masyarakat diminta mengantisipasi dampak sengatan terik matahari di siang hari.
Dikhawatirkan hal tersebut memicu dehidrasi serta gangguan kesehatan kulit dan mata. Kemudian, minimnya guyuran hujan yang membuat udara kering dan berbedu patut diwaspadai karena bisa memicu gangguan ISPA. ’’Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan masker kesehatan saat beraktivitas,’’ tandas kalaksa. (vad/fen)
Editor : Imron Arlado