KABUPATEN - Awal musim kemarau mulai membawa dampak krisis air di wilayah Kabupaten Mojokerto. BPBD mencatat, sudah ada dua desa yang mengajukan bantuan suplai air bersih akibat sumber mata air yang telah surut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebutkan, di musim kemarau ini pihaknya telah menerima permintaan bantuan terdampak krisis air. Masing-masing di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro dan di Desa Duyung, Kecamatan Trawas. ”Dua desa sudah mengajukan permintaan dropping air bersih ke BPBD Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (17/6).
Menurutnya, permintaan bantuan di dua desa tersebut disebabkan karena menipisnya persediaan air bersih di masing-masing sumber mata air. Kondisi ini dipicu akibat menurunnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: Temuan BPK Jadi Evaluasi Proyek Bendungan Wonokerto, Rekanan Di-Blacklist
Khakim menyatakan, pengajuan dropping air bersih akan sergera ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto. Selain Kunjorowesi dan Duyung, diperkirakan satu desa lagi juga akan menyusul untuk mengajukan permintaan bantuan serupa. Yakni Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro.
Karena sesuai hasil mitigasi BPBD, ketiga titik wilayah ini menjadi lokasi yang memiliki risiko tinggi terdampak kekeringan. ”Kami akan mengajukan permohonan distribusi air bersih menggunakan anggaran BPBD Provinsi Jatim,” paparnya.
Rencananya, BPBD bakal mengirimkan bantuan air bersih mulai awal Juli mendatang. Terkait alokasinya, Khakim menyatakan akan disesuaikan dengan kebutuhan dari warga terdampak krisis air. (ram/ris)
Editor : Imron Arlado