JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Operasional perahu tambang di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, terus diawasi Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto. Untuk menyokong keamanan dan keselamatan para penumpang, Pemkab Mojokerto ancang-ancang kembali melengkapi fasilitas darurat moda transportasi alternatif tersebut.
’’Terus kami upayakan untuk mencukupi fasilitas keselamatan darurat dari empat perahu tambang yang beroperasi itu. Walaupun sebelumnya kami sudah salurkan 40 unit pelampung,’’ terang Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Barang (LLAJ) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Setyo Budi.
Hal tersebut salah satunya dikarenakan muatan penumpang masing-masing perahu bisa melebihi jumlah pelampung yang tersedia. Selain itu, sejumlah fasilitas keselamatan lainnya masih belum tersedia. Baik alat komunikasi, peralatan P3K, alat pemadam api ringan (APAR) maupun senter darurat.
Bagian dari upaya peningkatan keselamatan penumpang perahu tambang tersebut kini tengah dimatangkan DPRKP2 untuk bisa segera terealisasi. Langkah ini sekaligus bagian dari sikap pemkab dalam mendukung operasional perahu tradisional di Sungai Brantas yang menghubungkan Mojokerto - Jombang itu. ’’Tetap kita upayakan segera, apakah nanti pelengkapannya dari anggaran pemkab atau skema hibah seperti sebelumnya,’’ tandas Setyo.
Sebelumnya, DPRKP2 Kabupaten Mojokerto menyalurkan 40 pelampung darurat bantuan dari Dishub Jatim pada Maret lalu. Sebanyak 20 jaket pelampung dan 20 pelampung cincin tersebut dibagikan kepada empat operator perahu tambang yang masih beroperasi. (vad/fen)
Editor : Imron Arlado