Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Selama Sebulan, SPPG Tropodo Di-Suspend BGN

Moch. Chariris • Senin, 15 Juni 2026 | 18:21 WIB
KEMBALI BEROPERASI: Unit SPPG Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan baru aktif kembali Rabu (10/6) lalu, setelah dibekukan selama sebulan. (Sofan JPRM)
KEMBALI BEROPERASI: Unit SPPG Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan baru aktif kembali Rabu (10/6) lalu, setelah dibekukan selama sebulan. (Sofan JPRM) 

Diduga Akibat Tempat Cuci Ompreng Dinilai Tak Steril  

KOTA Sempat mengalami pemberhentian operasional, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan akhirnya kembali mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para siswa penerima manfaat. Menyusul, selama satu bulan, SPPG tersebut masuk dalam daftar unit dapur umum yang dijatuhkan sanksi pembekuan operasional atau suspend. 

Kepala SDN Meri Nurul Huda menyatakan, pihaknya baru saja kembali menerima MBG pada Rabu (10/6) lalu. Setelah sebelumnya, sekolah yang menjadi penerima manfaat dari SPPG Tropodo ini tak menerima program MBG selama satu bulan. ’’Sejak 12 Mei kemarin sudah tidak dapat MBG, informasinya kena suspend. Baru dapat lagi minggu ini, ya Rabu (10/6) kemarin,’’ bebernya.

Selama operasional SPPG Tropodo berhenti, SDN Meri memang tak menerima pengiriman program MBG. Selain itu, juga tidak ada distribusi atau pengalihan dari SPPG lainnya. ’’Tidak menerima sama sekali,’’ jelasnya. 

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, pembekuan operasional sementara unit SPPG Tropodo tersebut lantaran mengalami kendala dari lokasi pendirian bangunan. Di mana, tempat untuk mencuci ompreng dinilai tak steril dan belum memenuhi persyaratan. Dengan alasan berada di gedung yang berbeda dan terletak di dekat tempat pembuangan sampah (TPS). 

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes PPKB Kota Mojokerto drg Dewi Ailindawati menuturkan, pihaknya belum dapat mengonfirmasi terkait adanya penutupan sementara SPPG di wilayah Kota Mojokerto. Sebab, pemberhentian operasional masing-masing dapur SPPG diputuskan langsung Badan Gizi Nasional (BGN). ’’Kami sejauh ini belum ada informasi dari Korwil BGN. Karena yang paham betul tentang per-SPPG-an langsung dari Korwilnya,’’ beber dia. 

Dewi menyebut, data terakhir yang diterimanya, saat ini terdapat 18 unit SPPG yang beroperasi dan masuk dalam pantauan Dinkes PPKB Kota Mojokerto. Namun, jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah. ’’Tapi bisa juga lebih, karena dari BGN belum menginformasikan update-nya,’’ imbuhnya.

Sementara itu, hingga tadi malam Korwil BGN Kota Mojokerto Rahmad Rihfari tak merespons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. Baik melalui sambungan telepon maupun pesan Whatsapp. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#BGN #SPPG Kota Mojokerto #mbg kota mojokerto