Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sampah Plastik Berterbangan ke Rumah Warga

Sofan Kurniawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 06:13 WIB
MAKIN TINGGI: Gunungan sampah di TPA Randegan milik Pemkot Mojokerto terlihat dari jarak ratusan meter, Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (11/6). (Sofan JPRM)
MAKIN TINGGI: Gunungan sampah di TPA Randegan milik Pemkot Mojokerto terlihat dari jarak ratusan meter, Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (11/6). (Sofan JPRM)

 

’’Kalau gunungan sampahnya sudah terlalu tinggi seperti ini, sampah-sampah plastik sering terbawa angin kencang dan berserakan di lingkungan maupun halaman rumah warga,’’

Imam

Warga Randegan

Imbas Tingginya Gunungan TPA Randegan

KOTA - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Randegan yang berada di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kian memprihatinkan, kemarin (11/6). Volume gunungan sampah yang terus meninggi mulai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta kesehatan warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Imam, salah satu warga setempat, mengaku kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, tingginya tumpukan sampah membuat sampah-sampah ringan, terutama plastik, mudah terbawa angin hingga mengotori lingkungan permukiman. ’’Kalau gunungan sampahnya sudah terlalu tinggi seperti ini, sampah-sampah plastik sering terbawa angin kencang dan berserakan di lingkungan maupun halaman rumah warga,’’ keluh Imam kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Ia menambahkan, persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya pembenahan yang signifikan dari pemerintah. Warga pun berharap ada langkah konkret untuk mengatasi penumpukan sampah di TPA Randegan agar dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak semakin parah. ’’Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini, tetapi belum ada pembenahan yang benar-benar dirasakan warga,’’ pungkas Imam.

Sebelumnya, DPR RI juga mendorong Pemkot Mojokerto segera membangun sumur lindi untuk menanggulangi pencemaran air warga di sekitar TPA Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Minimnya alat pengelolaan sampah di TPA juga menjadi sorotan tajam anggota parlemen. Inspeksi mendadak (sidak) ke TPA Randegan digelar anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani pada Jumat (8/5) lalu.

Politikus PKS itu menyatakan, TPA yang menampung sampah lebih dari 50 ton per hari tersebut dalam kondisi miris. Pasalnya, dengan beban harian yang begitu besar, fasilitas operasionalnya masih minim. ’’Terbatasnya sarana pengelolaan dan minimnya alat berat, seperti ekskavator untuk menata gunungan sampah, membuat sistem di TPA tersebut berada pada titik nadir,’’ ungkap Meitri.

Minimnya infrastruktur berdampak terhadap pengelolaan sampah yang tidak maksimal. Menurutnya, standar pengelolaan sampah TPA Randegan kini turun dari sistem controlled landfill atau penimbunan sampah menggunakan tanah menjadi open dumping alias pembuangan sampah secara terbuka.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Ikromul Yasak tak merepons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto terkait kondisi TPA Randegan yang menjadi sorotan DPR RI itu. Akan tetapi, di sisi lain, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan warga di DPRD Kota Mojokerto pada 4 Maret lalu, Yasak berujar pihaknya bakal memaksimalkan pengelolaan sampah di TPA. ’’Yaitu, dengan edukasi ke masing-masing warga, RT, lurah, dan camat terkait dengan pemilahan sampah,’’  ucapnya.

Menurut Yasak, sampah yang dibawa ke TPA masih bercampur antara organik dan anorganik. Padahal, lanjutnya, hanya sampah residu atau yang tak bisa diolah lagi yang masuk penampungan akhir. Karena itu, dirinya bakal menggalakkan program pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. ’’Nanti kami sosialisasikan dan sarana prasarana pemilahan sampah akan disiapkan agar warga tidak terbebani,’’ tandasnya kala itu. (fan/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#tpa randegan bermasalah #darurat tpa kota mojokerto #polemik tpa #tpa randegan kota mojokerto