Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Komnas PA Anggap Pemerintah Tak Serius

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:33 WIB
Liburnya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto akibat kendala pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (PA) Jatim.
Liburnya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto akibat kendala pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (PA) Jatim.

MBG Kerap Mandek Akibat Dana SPPG Macet 

KOTA – Liburnya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto akibat kendala pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (PA) Jatim. Lembaga ini menilai masalah berulang yang berdampak terhadap mandeknya penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa sekolah itu menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. 

”Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah apakah program ini masih efektif atau tidak, karena kalau melihat dari tujuan pemenuhan gizi ini tentu harus berkelanjutan, kalau seperti ini berarti pemerintah tidak serius,” ungkap Sekretaris Jenderal Komnas PA Jatim Jaka Prima, kemarin (9/6). 

Pengacara asal Kota Mojokerto itu mengatakan, macetnya distribusi MBG karena alasan dana bantuan pemerintah (banper) terlambat cair sudah sering terjadi. Kondisi ini, lanjutnya, menunjukkan adanya masalah serius yang tak terselesaikan dalam pelaksaan program populis tersebut. ”Ini terjadi bukan terjadi satu dua kali, sudah berkali-kali lho libur, tentu ini menyebabkan kerugian terhadap anak-anak dalam pemenuhan gizi mereka,” tandas Jaka. 

Dirinya pun mengaku prihatin adalah sejumlah SPPG di Kota Mojokerto yang libur sejak Senin (8/6). Kepada sekolah penerima manfaat, dapur MBG itu mengaku belum bisa memastikan kapan santapan gratis tersebut akan kembali disalurkan. ”Kami tentunya sangat prihatin karena masalah seperti ini terus berulang,” sebutnya. 

Sebelummya, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto Rambo Garudo juga menyayangkan mandeknya penyaluran MBG karena kendala teknis berupa dana dari BGN terlambat cair. Menurut politikus PDIP tersebut, masalah ini menunjukkan lemahnya tata kelola pelaksaan program tersebut. ”Menunjukan kurang siap atau lemahnya SOP (standar operasional prosedur) yang ada. Segera bereskan terkait teknis supaya adik-adik siswa bisa dapat menikmati lagi layanan ini,” serunya. 

Seperti diberitakan, sejumlah dapur SPPG di Kota Mojokerto menyatakan libur sejak awal pekan ini lantaran dana banper dari BGN belum turun. Dapur yang menyatakan setop memasak antara lain SPPG Kedundung 2 dan SPPG Magersari. 

Dalam surat yang disampaikan ke sekolah penerima manfaat, penyaluran MBG akan berhenti beroperasi sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan akibat keterlambatan pencairan dana. Distribusi MBG akan kembali normal apabila dana tersebut sudah turun. Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah. (adi/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#BGN #komnas pa #mbg macet #mbg mojokerto