Dalam Tahap Perbaikan, Berlangsung Selama 20 Hari ke Depan
KABUPATEN - Akses Jembatan Warutunggal di Jalan Brawijaya, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ditutup total, kemarin (9/6). Penutupan ruas jalan nasional ini menyusul dilaksanakannya proyek perbaikan jembatan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali selama 20 hari ke depan.
PPK 4.2 Provinsi Jatim Siti Sekar Gondoarum menyatakan, pekerjaan di Jembatan Warutunggal menyentuh bagian lantai atau aspal jalan. Sehingga, ruas jalan yang menghubungkan Mojokerto-Gempol ini dilakukan penutupan total selama masa pelaksanaan pekerjaan. ’’Kami laksanakan penutupan jalan, pengalihan arus mulai tanggal 9 sampai 28 Juni,’’ terangnya ditemui kemarin (9/6).
Dia mengatakan, perbaikan dilaksanakan dengan mengeruk aspal yang ada pada lantai jembatan. Selanjutmya, dilakukan pengecoran untuk memperkuat fondasi jalan. Proses itu membutuhkan waktu kurang lebih tiga pekan hingga pengaspalan ulang nanti. ’’Pekerjaan berlangsung kurang lebih 20 hari. Sehingga kami akan menutup jalan di sini (Jembatan Warutunggal, Red) selama pelaksanakan perbaiklan lantai jembatannya,’’ tutur dia.
Dijelaskannya, pekerjaan konstruksi digulirkan lantaran jembatan sudah satu dekade terakhir tak tersentuh perbaikan. Akibatnya, kondisi permukaan jalan jembatan sepanjang 30 meter ini sudah bergelombang dan berlubang. ’’Karena sudah lama, kami lakukan perbaikan. Sudah lebih dari 10 tahun terakhir untuk perbaikan lantai jembatannya yang masif, kemarin hanya pemeliharaan-pemeliharaan yang sifatnya secara rutin saja,’’ pungkasnya.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Mojokerto Ipda Ainur Rofiq menambahkan, imbas penutupan total karena perbaikan Jembatan Warutunggal membuat sejumlah jalan diberlakukan rekayasa lalin. Kemarin (9/6), beberapa titik simpang jalan mulai diterapkan pengalihan arus. ’’Bagi masyarakat Mojokerto, khususnya Pungging-Mojosari diimbau untuk mengikuti petunjuk rekayasa arus lalu lintas dalam rangka kegiatan perbaikan jembatan,’’ tegasnya.
Dari arah Mojokerto, jelas Rofiq, kendaraan roda enam ke atas mulai dilakukan pengalihan arus di Simpang Empat Pekukuhan, Mojosari. Kendaraan berat diarahkan melintasi ruas Jalan A.Yani-Jalan Ir. Sutami-Jalan Raya Trawas-Jalan Raden Patah-Jalan Brawijaya.
Sementara kendaraan pribadi roda dua dan roda empat tetap diperbolehkan melintas ke Jalan Gajah Mada. Namun, pembatasan mulai dilakukan di Simpang Taman Kota Mojokerto atau yang mengarah ke Jalan Hayam Wuruk. ’’Kendaraan pribadi dan roda empat bisa lewat Jalan Pahlawan-Jalan Masjid tembus Adisono,’’ paparnya.
Manajemen lalin juga diberlakukan untuk dari arah Krian. Kendaraan diarahkan melintas Jalan Airlangga-Jalan Hasanuddin-Jalan Ir. Sutami-Jalan Raya Trawas-Jalan Raden Patah-Jalan Brawijaya. ’’Simpang taman kami tutup total untuk kendaraan roda enam ke atas langsung lurus menuju Awang-Awang tekuk kiri, lanjut simpang tiga Bedagas,’’ ulasnya.
Pun sebaliknya, semua jenis kendaraan dari arah Pasuruan juga dialihkan melintasi ring road atau jalur lintas selatan. Hanya saja, khusus bagi kendaraan pribadi diimbau melintas melalui Jembatan Adisono menuju Jalan Pahlawan. Sedangkan kendaraan barang tetap diarahkan keluar simpang Pekukuhan. ’’Jadi, kami sistemnya memecah biar tidak jadi menumpuk di satu titik dan tetap lancar,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah