KOTA - Cuaca panas pada musim kemarau saat ini sedikit banyak memengaruhi peningkatan potensi kebakaran. Masyarakat diimbau agar tidak membuang putung rokok hingga membakar sampah sembarangan.
”Kami mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi kebakaran di musim kemarau ini,” ujar Komandan Regu Damkar Kota Mojokerto Suyitno, kemarin (9/6). Menurutnya, langkah kecil dengan tidak membuang putung rokok atau membakar sampah sembarangan bisa menekan potensi kebakaran di wilayah Kota Mojokerto.
Baik risiko kebakaran lahan maupun kebakaran di kawasan permukiman akibat kondisi cuaca yang kering dan berangin. Ia menjelaskan, faktor cuaca panas yang berkepanjangan bisa mempercepat penyebaran api, terutama jika masyarakat membakar sampah di lahan terbuka maupun pekarangan.
Terlebih, musim kemarau saat ini diprediksi berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki ’’Godzilla’’. Warga di wilayah tiga kecamatan diminta segera melapor ke UPT Damkar Kota Mojokerto atau layanan darurat 112 jika mendapati kebakaran untuk segera ditindaklanjuti dan diminimalisir dampaknya. ”Peran serta masyarakat sangat penting. Jangan anggap remeh api kecil,” tandasnya.
Belakangan ini, terdapat dua kejadian menonjol insiden kebakaran di Kota Mojokerto. Pada 27 Mei lalu, pabrik daur ulang ban bekas CV Indah Sentosa Ban di Jalan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto terbakar hebat. Kebakaran bahkan baru bisa dipadamkan tiga hari kemudian.
Banyaknya material ban yang mudah terbakar membuat api yang diduga berasal dari korsleting mesin jadi cepat berkobar. Kemudian terbakarnya sebuah rumah di Jalan Argopuro 1, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto pada Kamis (4/6) dini hari. Kebakaran ini diduga dipicu api putung rokok yang menyambar tumpukan kayu di depan rumah. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah