SEMENTARA itu, menanggapi keresahan warga, pemilik usaha tambang akhirnya angkat bicara. Agus Sunarko, pemilik PT Citra Kharisma Santosa, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan aktivitas tambang sesuai dengan regulasi yang berlaku. ’’Kami tidak akan melakukan eksplorasi melebihi batas yang telah ditentukan,’’ ujar Agus.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan solusi atas kekhawatiran warga, Agus berjanji akan memberikan kompensasi fasilitas air bersih bagi masyarakat sekitar. ’’Saya ini pecinta lingkungan, jadi tidak sampai melebihi batas bereksplorasi. Apalagi sumber mata air adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat, kasian anak cucu nanti jika alam rusak gara gara eksplorasi tambang,’’ ungkapnya sambil menunjukkan peta tambang dan gambar titik sumber mata air.
Jika diperlukan, pihaknya berencana menambah sumur bor baru untuk menjamin pasokan air bersih warga setempat tetap terpenuhi. Nardi, salah satu pemilik lahan yang tanahnya disewa oleh pihak tambang, justru menyambut baik eksplorasi yang sedang berlangsung. Dia mengklaim, aktivitas penambangan membantu menata lahan miliknya.
Yang awalnya berupa gundukan bukit kecil yang sulit dikelola, menjadi tanah berkontur landai. ’’Justru kami menyambut baik, setelah sewa lahan selesai nanti, tanah yang sudah rata ini siap dan lebih mudah untuk ditanami jagung serta padi,’’ ungkap Nardi. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah