’’Saat itu dampaknya fatal, sumber mata air bocor meluber dan langsung mampet total, warga kesusahan mendapatkan air bersih,’’
Agus
Kasi Kesra Desa Gunungsari
Galian C Ilegal Dekati Puluhan Sumur Bor
DAWARBLANDONG - Kekhawatiran kejadian masa lalu kembali menghantui ratusan warga Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Aktivitas eksploitasi tambang galian C yang beroperasi di kawasan itu memicu kecemasan warga akan hilangnya sumber mata air utama yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.
Hingga saat ini, warga di wilayah utara Sungai Brantas tersebut murni menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari satu titik lahan subur di selatan dusun yang menyimpan cadangan air bersih melimpah. Agus, Kasi Kesra Desa Gunungsari membeberkan, area selatan dusun tersebut merupakan wilayah krusial.
Warga secara swadaya membuat puluhan sumur bor di kawasan itu demi mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. ’’Ada lebih dari 50 titik lebih pengeboran yang tersebar di lahan persawahan selatan dusun. Ratusan warga Dusun Sumberdadi mutlak mengandalkan titik-titik itu untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga MCK,’’ ujar dia.
Dia menceritakan, awal 2000-an, pernah terjadi peristiwa yang sama. Ada eksplorasi tambang besar-besaran di kawasan dekat sumber air itu. ’’Saat itu dampaknya fatal, sumber mata air bocor meluber dan langsung mampet total, warga kesusahan mendapatkan air bersih,’’ kenang Agus.
Saat ini warga mewanti-wanti dan memberikan peringatan kepada pemilik tambang agar lebih waspada terkait dampak lingkungan. Aktivitas pengerukan tanah dan batuan di Dusun Sumberdadi tersebut berjalan tanpa mengantongi izin resmi alias ilegal. Lokasi ini masuk dalam daftar 28 titik tambang ilegal yang saat ini sedang diawasi oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Meskipun Pemkab Mojokerto sudah mengeluarkan larangan dan peringatan keras agar pengusaha menghentikan segala aktivitas sebelum seluruh izin eksplorasi tuntas, tetapi di beberapa titik di sejumlah kecamatan masih terdapat aktivitas tambang. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah