Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Trauma Alami Krisis Air

Sofan Kurniawan • Selasa, 9 Juni 2026 | 05:51 WIB
TERANCAM TAMBANG: Seorang warga melintas di dekat sumber air dari sumur bor di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terancam aktivitas galian C ilegal, Minggu (8/6). Warga khawatir kegiatan pertambangan membuat sumber air milik warga mampet seperti terjadi pada 2000-an silam. (Sofan JPRM)
TERANCAM TAMBANG: Seorang warga melintas di dekat sumber air dari sumur bor di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terancam aktivitas galian C ilegal, Minggu (8/6). Warga khawatir kegiatan pertambangan membuat sumber air milik warga mampet seperti terjadi pada 2000-an silam. (Sofan JPRM)

’’Saat itu dampaknya fatal, sumber mata air bocor meluber dan langsung mampet total, warga kesusahan mendapatkan air bersih,’’

Agus

Kasi Kesra Desa Gunungsari

Galian C Ilegal Dekati Puluhan Sumur Bor

DAWARBLANDONG - Kekhawatiran kejadian masa lalu kembali menghantui ratusan warga Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Aktivitas eksploitasi tambang galian C yang beroperasi di kawasan itu  memicu kecemasan warga akan hilangnya sumber mata air utama yang menjadi urat nadi kehidupan mereka. 

Hingga saat ini, warga di wilayah utara Sungai Brantas tersebut murni menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari satu titik lahan subur di selatan dusun yang menyimpan cadangan air bersih melimpah. Agus, Kasi Kesra Desa Gunungsari membeberkan, area selatan dusun tersebut merupakan wilayah krusial.

Warga secara swadaya membuat puluhan sumur bor di kawasan itu demi mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. ’’Ada lebih dari 50 titik lebih pengeboran yang tersebar di lahan persawahan selatan dusun. Ratusan warga Dusun Sumberdadi mutlak mengandalkan titik-titik itu untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga MCK,’’ ujar dia. 

Dia menceritakan, awal 2000-an, pernah terjadi peristiwa yang sama. Ada eksplorasi tambang besar-besaran di kawasan dekat sumber air itu. ’’Saat itu dampaknya fatal, sumber mata air bocor meluber dan langsung mampet total, warga kesusahan mendapatkan air bersih,’’ kenang Agus. 

Saat ini warga mewanti-wanti dan memberikan peringatan kepada pemilik tambang agar lebih waspada terkait dampak lingkungan. Aktivitas pengerukan tanah dan batuan di Dusun Sumberdadi tersebut berjalan tanpa mengantongi izin resmi alias ilegal. Lokasi ini masuk dalam daftar 28 titik tambang ilegal yang saat ini sedang diawasi oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Meskipun Pemkab Mojokerto sudah mengeluarkan larangan dan peringatan keras agar pengusaha menghentikan segala aktivitas sebelum seluruh izin eksplorasi tuntas, tetapi di beberapa titik di sejumlah kecamatan masih terdapat aktivitas tambang. (fan/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#tambang ilegal #galian mojokerto #galian ilegal #krisis air #kekeringan