’’Jika eksploitasi tambang galian C ini terus berlanjut, kami sangat khawatir sumber mata air di sini akan mati dan kering,’’
Salah satu warga Sumberdadi
Warga Sumberdadi Protes Galian C Ilegal Tetap Beroperasi
DAWARBLANDONG - Aktivitas eksploitasi alam tambang galian C di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto kian mengkhawatirkan. Meski pemerintah daerah secara tegas telah melarang beroperasi sebelum mengantongi izin resmi, aktivitas pengerukan tanah dan batuan di sejumlah tempat terpantau masih terus berjalan, kemarin (6/6).
Kegiatan eksploitasi alam tersebut memicu kekhawatiran bagi masyarakat setempat, terutama terkait ancaman kerusakan lingkungan jangka panjang. Berdasarkan peninjauan intensif yang dilakukan Tim Terpadu Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di seluruh kecamatan, pemkab menemukan sedikitnya 28 titik aktivitas tambang ilegal. Salah satu dari puluhan tambang tak berizin tersebut berada di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto sekaligus ketua MBLB Teguh Gunarko sebelumnya menegaskan, pemerintah daerah melarang keras segala bentuk aktivitas penambangan di lokasi-lokasi tersebut sebelum dokumen perizinan resmi diterbitkan oleh pihak berwenang. Tetapi, pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lapangan masih terdapat aktivitas pertambangan, alat berat dan armada truk galian C masih beroperasi.
Hal itu memicu kepanikan warga Dusun Sumberdadi. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, lokasi pengerukan galian C dekat dengan sumber mata air andalan warga. Selama ini, sumber mata air tersebut menjadi urat nadi kehidupan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Di lokasi sumber, terdapat mesin penyedot dan jaringan pipa yang langsung dialirkan ke rumah-rumah pemukiman warga. ’’Jika eksploitasi tambang galian C ini terus berlanjut, kami sangat khawatir sumber mata air di sini akan mati dan kering,’’ ungkap salah seorang warga.
Jika hal itu terjadi, ratusan kepala keluarga di Dusun Sumberdadi terancam krisis air bersih. Mengingat, wilayah Dawarblandong secara geografis kerap dilanda kekeringan saat musim kemarau.
Kepala Dusun Sumberdadi Suroto membenarkan adanya aktivitas eksplorasi tambang di dusunnya. Ia juga menyampaikan, ada aliran dana berupa retribusi dari aktivitas tambang yang masuk ke kas dusun. Meski demikian, saat disinggung mengenai kekhawatiran warganya terkait ancaman kerusakan lingkungan dan potensi mampetnya sumber air bersih akibat pengerukan tersebut, Suroto enggan memberikan komentar lebih lanjut.
Kepala Desa Gunungsari, Susanto mengatakan, sesuai dengan musyawarah dusun beberapa waktu lalu, memang ada keluhan warga terkait kekhawatiran akan mampetnya sumber mata air. Tetapi Susanto memberi solusi akan memasukkan jaringan PDAM ke Dusun Sumberdadi jika nanti mata air benar benar mati akibat eksploitasi tambang. ’’Kalau misal besok sumbernya mampet gara-gara tambang, aku akan memasukkan PDAM ke Sumberdadi,’’ kata dia. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah