Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jemaah Disibukkan City Tour hingga Umrah Sunah

Farisma Romawan • Kamis, 4 Juni 2026 | 12:27 WIB
NAPAK TILAS: Jemaah haji Kabupaten Mojokerto menikmati wisata ke sejumlah tempat bersejarah di kawasan Makkah dan Jeddah. (dok Kemenag Kabupaten Mojokerto for JPRM)
NAPAK TILAS: Jemaah haji Kabupaten Mojokerto menikmati wisata ke sejumlah tempat bersejarah di kawasan Makkah dan Jeddah. (dok Kemenag Kabupaten Mojokerto for JPRM)

 

KABUPATEN - Setelah merampungkan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji, ribuan jemaah haji Kabupaten Mojokerto mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan wisata ke tempat-tempat bersejarah. Termasuk umrah sunah yang banyak dilakukan pada sore hingga malam hari. Aktivitas tambahan ini mulai aktif dijalani jemaah sejak kemarin hingga jelang pergeseran mereka ke Madinah.

Petugas Haji Kemenhaj Kabupaten Mojokerto Khudori mengatakan, tujuan napak tilas jemaah haji bermacam-macam. Mulai dari kawasan Thaif yang banyak berdiri tempat bersejarah seperti Masjid Addas (situs kebun anggur), Masjid Abdullah bin Abbas, Pabrik Minyak Mawar (Rose Factory), pasar buah tradisional, hingga menikmati panorama dan kereta gantung di Pegunungan Al Hada.

Ada juga yang memilih pergi jauh hingga ke Jeddah. Yang mana, mereka dapat mengujungi museum Alamoudi, Masjid Qishash, makam Ibu Hawa, Kota Tua dan Laut Merah. Beberapa jemaah lainnya juga ada yang memilih di seputaran kawasan Makkah, seperti Jabal Khandamah, Gua Hira, dan Museum Alquran. ’’Ya, hampir sebagian besar ikut city tour yang difasilitasi oleh masing-masing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah),’’ terangnya, Selasa (2/6).

Rampung berwisata, jemaah juga diajak melaksanakan ibadah umrah sunnah. Dengan proses pengambilan miqat yang tak jauh dari Makkah, seperti Tanim atau Jiranah lalu dilanjut menuju Masjidilharam. Sebagian besar mengambil waktu umrah pada sore hingga malam hari. Tujuannya, untuk menghindari suhu panas dan dan terik sinar matahari yang mencapai 42 derajat Celsius. ’’Pengambilan miqat umrah sekalian saat perjalanan pulang dari city tour yang dimulai menjelang sore hari untuk menghindari panas,’’ tambahnya.

Belum diketahui sampai kapan jemaah haji yang tergabung di kloter 54, 65, dan 66 ini berada di Makkah. Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan mengenai pergeseran menuju Madinah. ’’Masih menunggu jadwal pendorongan jemaah dari daker,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Jemaah Haji Mojokerto #haji kabupaten mojokerto #Haji 2026