Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penumpang Trans Jatim Melonjak, Feeder Stagnan

Martda Vadetya • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:16 WIB
TRANSPORTASI ALTERNATIF: Penumpang memadati shelter Trans Jatim Koridor II di Terminal Kertajaya Mojokerto. (Martda JPRM)
TRANSPORTASI ALTERNATIF: Penumpang memadati shelter Trans Jatim Koridor II di Terminal Kertajaya Mojokerto. (Martda JPRM)

 

Selama Libur Panjang Hari Raya Idul Adha dan Waisak 

KOTA - Antusias masyarakat terhadap moda transportasi Trans Jatim relatif tinggi. Di Mojokerto, jumlah penumpang angkutan umum besutan Pemprov Jatim ini melonjak signifikan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha dan Waisak 2026. 

”Secara keseluruhan, ada peningkatan jumlah penumpang sekitar 30-40 persen dibanding hari normal,” terang Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin (3/6). Terdapat tiga koridor Trans Jatim yang melayani rute Terminal Kertajaya Mojokerto. Meliputi, koridor III Mojokerto-Gresik, koridor II Mojokerto-Surabaya, dan koridor VI Mojokerto-Porong. 

”Lonjakan penumpang yang paling signifikan di koridor II dan III. Kalau koridor VI cenderung stagnan karena rutenya ke kawasan industri,” tambahnya. Ia menjelaskan, rata-rata jumlah penumpang koridor II dan III di angka 2.500 dan 3.500 orang per hari. Jumlahnya kemudian melonjak sekitar 40 persen kurun 27 Mei-1 Juni lalu. 

”Arus baliknya hari Senin (1/6). Untuk Idul Adha kemarin tarifnya tidak ada diskon atau promo,” beber Yazid. Tak ayal, selama selama libur panjang kemarin setiap armada dan shelter bus Trans Jatim tampak dipenuhi penumpang. Namun, hal sebaliknya dialami angkutan pengumpan atau feeder Mojokerto-Trawas dan Mojokerto-Batu. 

Meski rutenya melintasi kawasan pariwisata andalan Mojokerto, namun angkutan nonsubsidi ini tidak mengalami lonjakan penumpang. ”Untuk feeder relatif stagnan. Penumpangnya tidak sampai penuh. Rata-rata okupansi per armadanya sekitar 50 persen dari total kursi,” tandasnya. (vad/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#penumpang transjatim #terminal mojokerto #trans jatim mojokerto