KABUPATEN - Rencana pemasangan pagar pengaman di jembatan kembar Pacet-Cangar hingga kini belum terealisasi. Jaring pembatas yang bakal dipasang di kedua sisi jembatan penghubung antara Kabupaten Mojokerto-Kota Batu ini mundur akibat kendala teknis.
Semula, realisasi pemasangan pagar pengaman di jembatan kembar Pacet-Cangar dilakukan pada pertengahan Mei ini. Namun, pelaksanaan pekerjaan konstruksi diperkirakan baru dapat digarap awal bulan depan.
’’Ternyata Mei banyak tanggal merah, sehingga proses pengadaan kemarin juga terkendala,’’ ungkap PPK Wilayah I Mojokerto UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Tri Cahyo Utomo, kemarin (26/5).
Dia memastikan, tahap persiapan untuk pemasangan pembatas jembatan berupa jaring besi masih terus bergulir. Saat ini, paket pekerjaan tersebut tengah berproses melalui katalog elektronik (e-katalog).
Dalam realisasinya, ujar Tri, terdapat sejumlah penyesuaian pada konstruksi pengaman. Di antaranya pada ketinggian pagar pembatas yang semula dirancang 1,5 meter kini disesuaikan menjadi 2 meter. ’’Karena kalau 1,5 meter terlalu rendah,’’ tandas dia.
Menurutnya, pemasangan pagar pengaman akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Masing-masing akan menyasar Jembatan Cangar 1 yang masuk wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Serta di Jembatan Cangar 2 yang berada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. ’’Kemungkinan efektif pengerjaan setelah Lebaran (Idul Adha, Red),’’ tandasnya.
Seperti diketahui, penambahan fasilitas pendukung keamanan ini dilakukan pasca dua peristiwa tragis yang terjadi beruntun di jembatan yang berada di kawasan Tahura R. Soerjo ini. Di antaranya dialami pemuda berinisial MA, 24, asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan tewas di dasar jurang setelah diduga meloncat dari jembatan, Selasa (31/3) lalu.
Peristiwa serupa kembali terulang pada Kamis (23/4).
Seorang laki-laki berinisial DPW, 24, asal Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang juga terindikasi melakukan aksi nekat dengan terjun dari jembatan hingga meninggal dunia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah