Tender Pekerjaan Konstruksi di Lingkungan Pemkot
KOTA - Hingga menjelang pertengahan tahun, tender pekerjaan konstruksi di Kota Mojokerto masih didominasi proyek perkantoran. Di sisi lain, proyek infrastruktur seperti pembangunan saluran air yang tahun lalu batal digarap belum jelas nasibnya.
Laman LPSE Kota Mojokerto per Senin (25/5) mencatat, dari empat paket proyek yang ditender, dua di antaranya merupakan proyek kantor. Yakni, pembangunan gedung BPBD Kota Mojokerto dengan pagu Rp 2,1 miliar dan pembangunan gedung Baznas sekaligus Forum CSR Kota Mojokerto yang diberi plafon anggaran Rp 1,9 miliar. Dua proyek itu terletak berdekatan di Jalan Bhayangkara.
Sesuai catatan dalam laman LPSE, dua proyek ini sama-sama dimenangkan CV Cendrawasih asal Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Sedangkan dua proyek lainnya adalah pembangunan prasarana Gelora Ahmad Yani dengan pagu Rp 1,5 miliar dan proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pasar Hewan yang dijatah Rp 1,4 miliar.
Dalam proyek Gelora, CV Cakra Indo Nusantara muncul sebagai pemenang, sedangkan tender proyek IPAL Pasar Hewan baru tayang per Senin (25/5). Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo mengatakan, selain proyek yang sudah tayang tender, terdapat sejumlah paket pekerjaan lain yang sedang disiapkan untuk maju lelang. Antara lain, pembangunan tahap dua eks gedung DPRD dan pembangunan prasarana kantor Kecamatan Kranggan. ’’Dalam proses persiapan tender,’’ tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani tak merespons pertanyaan mengenai rencana proyek selain perkantoran tahun ini. Demikian pula dengan Kabid Bina Marga Adhi Yudha dan Kabid Sumber Daya Air Basuki Ismail. Keduanya tidak menjawab konfirmasi terkait proyek jalan dan saluran air.
Untuk diketahui, tiga proyek saluran air gagal terealisasi tahun lalu. Meliputi, pembangunan saluran air di Kecamatan Prajurit Kulon dengan pagu Rp 645 juta, lalu di Kecamatan Kranggan (Rp 859,4 juta), dan di Kecamatan Magersari (Rp 592,6 juta). Paket pekerjaan konstruksi untuk pengendalian banjir itu batal digarap lantaran tak diminati penawar saat proses tender pada triwulan terakhir.
Basuki Ismail sempat menyatakan ketiga proyek tak dimasukkan tender ulang pada akhir 2025 lantaran tak cukup waktu untuk pelaksaan. ’’Tidak cukup pelaksanaan fisiknya,’’ katanya pada Oktober 2025 lalu. Kini, apakah proyek tersebut akan digarap tahun ini pun masih buram. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah