KOTA - Kemarin (20/5), ratusan warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto menjalani skrining penyakit tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS. Itu untuk mencegah penyebaran penularan penyakit mematikan tersebut di lingkungan penjara.
Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan tenaga kesehatan lapas terhadap seluruh tahanan dan narapidana. Tak hanya diperiksa kondisi kesehatannya, riwayat penyakit setiap penghuni lapas juga didata. ’’Melalui skrining ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,’’ kata Kalapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad, kemarin.
Menurutnya, tes kesehatan yang digelar di gedung serbaguna itu menjadi langkah deteksi dini penyebaran penyakit di lingkungan lapas. Khususnya penyakit TBC dan HIV/AIDS yang bersifat menular. Kendati penularaan tak terjadi di lapas, bisa jadi tahanan yang baru masuk membawa bibit penyakit tersebut. Karena itu, lanjutnya, skrining semacam ini rutin dilaksanakan.
’’Ini menjadi langkah deteksi dini sekaligus upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman,’’ tuturnya. Selain langkah pemeriksaan, petugas kesehatan lapas juga memberi edukasi kepada warga binaan mengenai pentingnya pola hidup sehat dan memeriksa kesehatan secara berkala serta cara mencegah penularan penyakit.
Untuk diketahui, pencegahan penyakit TBC serta HIV menjadi perhatian semua lapas lantaran risiko penularan yang tinggi. Kondisi ini seiring padatnya tingkat hunian, terbatasnya ventilasi yang bepengaruh terhadap sirkulasi udara, serta kerentanan kesehatan setiap penghuni penjara. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah