Antisipasi Dampak Kekeringan di Kabupaten
KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto menyiapkan sejumlah skema pengadaan bantuan air bersih bagi desa terdampak kekeringan selama musim kemarau ini. Sebanyak hampir 1.000 tangki air berkapasitas 4.500 liter nantinya akan disiapkan bagi warga terdampak krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menuturkan, langkah ini sekaligus sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki ’’Godzilla’’. Fenomena ini salah satunya bisa mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. ”Kita antisipasi karena sesuai prakiraan kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang,” ungkapnya, kemarin (15/5).
Ia menjelaskan, BPBD menyiapkan skema pengadaan bantuan air bersih masing-masing sebanyak 300 tangki. Baik melalui APBD tahun berjalan, pengajuan bantuan ke BPBD Jawa Timur, hingga P-APBD. Sehingga totalnya mencapai 900 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 4.500 liter. ”Kalau nanti masih ada lagi yang terdampak kekeringan, akan kita ajukan lewat anggaran belanja tidak terduga (BTT),” beber Khakim.
Tahun ini, lanjut dia, menyisakan tiga desa di wilayah selatan dan timur kabupaten yang rawan mengalani krisis air bersih saat kemarau. Yakni, Desa Manduro Manggung Gajah dan Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. Sementara desa di wilayah utara Sungai Brantas dimungkinkan bebas dari potensi kekeringan.
Ia menambahkan, BPBD segera mendorong penetapan status siaga darurat bencana kekeringan atau hidrometeorologi kering selepas Mei nanti. Sementara puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi kurun Agustus-September mendatang.
”Ini sambil menunggu pengajuan bantuan air bersih dari desa terdampak. Kemudian, status siaga akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat selama 14 kalau ada desa yang mengalami kekeringan untuk dilakukan dropping,” tukas Khakim. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah