Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Tekan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30 WIB
KOLABORASI: Pemdes Bejijong menggandeng BNNK Mojokerto untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. foto // pemdes bejijong
KOLABORASI: Pemdes Bejijong menggandeng BNNK Mojokerto untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. foto // pemdes bejijong

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Potensi penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Bejijong. Dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto, sejumlah langkah strategis tengah dirancang untuk menekan penyalahgunaan psikotropika dan zat berbahaya di kalangan remaja. 

”Bersama BNN Kota Mojokerto, kami berupaya mewujudkan langkah nyata dalam pencegahan dan perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba yang bisa merusak masa depan mereka,” ujar Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna, kemarin (14/5).

Baca Juga: Affiliate Marketing Jadi Tren Cara Cari Uang Anak Muda di Era Digital

KOLABORASI: Pemdes Bejijong menggandeng BNNK Mojokerto untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.
KOLABORASI: Pemdes Bejijong menggandeng BNNK Mojokerto untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

Ia menjelaskan, serangkaian upaya pencegahan dan perlindungan disusun dalam pertemuan di kantor BNN Kota Mojokerto, akhir April lalu. 

Mulai dari penyuluhan dan pembinaan pada kalangan remaja, penguatan peran karang taruna, hingga penguatan pengawasan lingkungan rawan peredaran narkoba.

”Kegiatan olahraga dan seni juga kita rencanakan untuk rutin diadakan sebagai wadah muda-mudi agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah,” ungkapnya. 

Baca Juga: Dulu Makan Tabungan, Kini Terjebak Makan Hutang, Kondisi Finansial Masyarakat Jadi Sorotan

Persoalan sosial pemicu terjerumusnya kalangan remaja ke dunia narkoba turut dibahas bersama BNN.

Faktornya, mulai dari gangguan kepribadian, tekanan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, hingga tingginya rasa ingin tahu yang mendorong remaja mencoba barang terlarang tersebut tanpa memahami dampak buruknya. 

Tak ayal, lanjut Pradana, edukasi bahaya narkoba dianggap penting sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Baca Juga: Penemuan Candi di Kediri: Mengungkap Jejak Peradaban Masa Lampau

”Dengan sinergi antara pemdes, BNN Kota Mojokerto, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan langkah berkesinambungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja desa ini bisa terwujud,” tukasnya. (vad/ris)

Editor : Imron Arlado
BNN Mojokerto penyalahgunaan narkoba remaja mojokerto kecamatan trowulan