KOTA - Tragedi bunuh diri dengan loncat dari Jembatan Cangar belakangan ini turut diatensi UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim. Untuk mencegah kembali terjadinya kejadian serupa, petugas melarang para sopir angkutan Mojokerto-Batu menurunkan penumpang di jembatan yang ada di kawasan Tahura Raden Soerjo tersebut.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid menuturkan, hal ini disampaikan petugas saat menggelar ramp check di Terminal Kertajaya, Kamis (7/5). Upaya antisipasi ini dilakukan meski sejauh ini para sopir belum pernah menurunkan penumpang di jembatan penghubung Mojokerto-Batu tersebut.
’’Kami imbau para sopir (angkutan Mojokerto-Batu, Red) supaya tidak menurunkan penumang di sekitar Jembatan Cangar. Apalagi, penumpang yang turun sendirian,’’ sebutnya, kemarin.
Selain mencegah tragedi serupa terulang, jelas Yazid, sekaligus untuk kelancaran arus lalu lintas di area jembatan. Sebab, akhir-akhir ini Jembatan Cangar justru dipadati pelancong maupun kreator konten untuk sekadar mengulas tragedi tersebut sehingga lalu lintas di lokasi tersendat. ’’Kalau penumpang turun di sana (Jembatan Cangar, Red) khawatirnya kenapa-kenapa. Kalau turun di objek wisata seperti di Watu Lumpang atau Watu Ondo, tentu diperbolehkan,’’ imbuh Yazid.
Sejauh ini, petugas tidak menemukan kendaraan tak laik beroperasi saat melakukan ramp check secara acak pada lima armada. Mulai dari angkutan Mojokerto-Batu, Trans Jatim hingga bus AKAP dan AKDP. Seluruhnya diperiksa terkait kelengkapan administrasi hingga fungsi kendaraan. ’’Semuanya laik jalan dan administrasinya juga lengkap,’’ tukasnya.
Sekadar informasi, dua kasus bunuh diri terjadi di Jembatan Cangar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Kasus pertama terjadi pada 31 Maret oleh MMA, 24, pria asal Trowulan, Mojokerto. Kemudian pada 23 April oleh DPW, 24, warga Lumajang. Keduanya nekat terjun dari atas jembatan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah