Akibat Tak Kunjung Dilakukan Perbaikan
KOTA – Tanggul ambrol di Sungai Sadar, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kian parah. Plengsengan yang sebelumnya sudah tergerus air semakin meluas hingga membuat bangunan semi permanen ambruk.
Pantauan di lokasi kemarin (5/5), titik tanggul yang ambrol berada tepat di bawah bangunan terbuka milik lingkungan. Bangunan di tepi sungai sisi utara ini berupa tiang besi dengan atap seng dan lantai paving.
Sebagian lantai mengalami longsor dan berakibat tiang bangunan ikut ambruk. Titik kerusakan tanggul ini berada di aliran sungai yang menikung di sebelah timur bangunan rumah pompa air Ngaglik.
Mujiono, warga setempat, mengatakan, tanggul mengalami ambrol pada Minggu (4/5) malam. Sebelumnya, plengsengan setinggi kira-kira 4 meter itu sudah mengalami retak dan tanda-tanda tergerus air. ”Sudah dipasang karung pasir dan gedek oleh warga dibantu dinas PUPR, tapi sekarang tambah ambrol lagi,” tuturnya.
Menurut dia, kerusakan dinding tanggul muncul sejak sekitar 1,5 bulan lalu. Namun, penanganan baru sebatas dilakukan secara darurat. Kini, titik tanggul yang longsor justru meluas dan merusak bangunan. ”Itu sebetulnya bangunan semi permanen, biasanya dipakai warga sebagai panggung kalau ada acara,” tandasnya.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail belum merespons konfirmasi terkait meluasnya kerusakan tanggul di Ngaglik. Sebelumnya, Basuki menyatakan, empat titik tanggul sungai yang ambrol sudah dilaporkan kepada instansi yang berwenang. Meliputi, tanggul Sungai Sadar di Jalan Tropodo dan Ngaglik dan tanggul Sungai Brangkal di Sinoman Gang 8 dan Gang Tanggul.
Menurutnya, laporan ditujukan kepadaa BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta I, dan Dinas PU SDA Provinsi Jatim. ”Kami sudah berkirim surat ke mana pun karena intinya agar segera ada penanganan,” katanya, Selasa (28/4). (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah