JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Goa Putih, yang juga dikenal sebagai Goa Anoman, merupakan salah satu situs bersejarah dan spiritual di kawasan Gunung Penanggungan, Mojokerto. Goa ini dipercaya sebagai tempat pertapaan tokoh legendaris Anoman, kesatria kera dalam kisah Ramayana, sehingga namanya melekat kuat dalam tradisi lisan masyarakat setempat.
Bangunan goa terbentuk dari batuan alami dengan dinding berwarna putih, yang menjadi asal-usul penamaannya. Keunikan warna batu ini membuat Goa Putih berbeda dari goa-goa lain di sekitar Penanggungan. Selain itu, suasana hening dan udara sejuk menambah kesan sakral bagi siapa pun yang berkunjung.
Baca Juga: Empat Desa Rawan Bencana di Mojokerto Diplot Jadi Destana
Asal-usul Goa Putih dikaitkan dengan masa kejayaan Majapahit. Banyak sejarawan berpendapat bahwa goa ini digunakan sebagai tempat pertapaan para resi dan tokoh spiritual kerajaan. Cerita rakyat kemudian menghubungkannya dengan Anoman, yang dipercaya pernah bersemayam di sini untuk memperkuat kesaktiannya.
Waktu pembuatan Goa Putih tidak tercatat secara pasti, namun diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga 15 M, seiring dengan pembangunan berbagai situs suci di Gunung Penanggungan. Kawasan ini memang dikenal sebagai “miniatur Mahameru” karena banyaknya situs pemujaan yang dibangun untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang.
Aura mistis Goa Putih semakin terasa karena banyak pengunjung mengaku merasakan energi spiritual yang kuat. Beberapa orang bahkan percaya bahwa goa ini masih dijaga oleh makhluk gaib yang berhubungan dengan legenda Anoman. Cerita-cerita ini membuat Goa Putih menjadi salah satu destinasi wisata spiritual yang menarik di Mojokerto.
Lokasi Goa Putih berada di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepat di lereng Gunung Penanggungan. Akses menuju goa bisa ditempuh dengan trekking ringan dari jalur pendakian Penanggungan, sehingga cocok bagi pecinta alam sekaligus pencari pengalaman spiritual.
Fasilitas di sekitar Goa Putih masih sederhana. Tersedia jalur trekking, papan petunjuk, dan beberapa area istirahat. Karena letaknya di kawasan pegunungan, pengunjung disarankan membawa perlengkapan pribadi seperti bekal makanan, air minum, dan alas kaki yang nyaman.
Harga tiket masuk ke kawasan wisata Goa Putih relatif murah. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp5.000-10.000 per orang, dengan tambahan biaya parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Tarif ini sudah termasuk akses ke jalur trekking menuju goa.
Jam operasional Goa Putih adalah pukul 08.00–17.00 WIB setiap hari. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga siang, ketika udara masih segar dan jalur trekking lebih aman. Pada sore hari, kabut biasanya mulai turun sehingga jarak pandang berkurang.
Baca Juga: Soal Pembangunan KDMP, Sikap Wali Murid Siswa SDN Jatirowo 1 Mojokerto Terbelah
Selain sebagai destinasi wisata, Goa Putih juga sering dijadikan tempat meditasi oleh para peziarah. Mereka percaya bahwa energi spiritual di goa ini dapat membantu menenangkan pikiran dan memperkuat batin. Hal ini menjadikan Goa Putih bukan sekadar objek wisata, tetapi juga ruang spiritual yang hidup.
Keindahan alam sekitar Goa Putih turut menambah daya tariknya. Dari jalur menuju goa, pengunjung bisa menikmati panorama Gunung Penanggungan yang megah, hutan hijau yang rimbun, serta udara pegunungan yang sejuk. Semua ini membuat perjalanan menuju Goa Putih terasa menenangkan.
Goa Putih Mojokerto adalah perpaduan antara sejarah, mitos, dan spiritualitas. Sebagai jejak pertapaan Anoman Sang Ksatria, goa ini tetap menjadi saksi bisu perjalanan panjang budaya Mojokerto. Hingga kini, aura mistisnya masih terasa, menjadikannya destinasi yang layak dikunjungi bagi pecinta sejarah, budaya, maupun wisata spiritual.
FERDI
Editor : Imron Arlado