Peringatan May Day 2026, Gelar Aksi Damai di Surabaya
KABUPATEN - Penghapusan outsourcing menjadi salah satu aspirasi yang disuarakan para buruh di Kabupaten Mojokerto saat peringatan May Day 2026, kemarin (1/5). Bertempat di Ngoro Industri Persada (NIP), ratusan pekerja menggelar aksi massa menuju Kota Surabaya dengan pengawalan ketat dari Polres Mojokerto.
Massa dari gabungan serikat pekerja ini membawa sejumlah aspirasi yang dituangkan melalui poster dan spanduk. Antara lain menyerukan reformasi pajak, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), tolak upah murah, hingga penghapusan outsourcing. ”Ada sembilan poin berisi tuntutan dalam aksi May Day 2026,” terang Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto Eka Hernawati.
Selain itu, para buruh juga menyinggung terkait jaminan kesehatan yang menjadi hak dari peserta penerima upah (PPU) BPJS Kesehatan. Namun, dalam praktiknya masih ada pemberi kerja yang tidak membayarkan iuran para pekerjanya.
Seluruh tuntutan ini disampaikan para pekerja di kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Kota Surabaya. Massa buruh dilepas langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Wakapolres Mojokerto Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho.
Keberangkatan massa aksi dikawal ketat petugas dari Polres Mojokerto. Setidaknya, sebanyak 225 petugas gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama jalannya aksi. ”Pengamanan keberangkatan massa aksi dalam rangka May Day berjalan aman dan kondusif,” terang Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi.
Sekitar 300 buruh mengikuti aksi damai dalam peringatan Hari Buruh Internasional tersebut. Mereka berangkat secara rombongan dengan mengendarai kendaraan roda empat maupun motor dari NIP ke Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah