JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Salah satu destinasi wisata religi yang cukup terkenal di Jawa Timur adalah patung Budha Tidur Mojokerto. Terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tempat ini menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Patung Budha tidur ini berada di area Maha Vihara Mojopahit, sebuah vihara yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Buddha, tetapi juga sebagai objek wisata edukasi dan spiritual.
Patung Budha tidur di Mojokerto dikenal sebagai salah satu patung Buddha tidur terbesar di Indonesia. Patung ini menggambarkan Sang Buddha dalam posisi berbaring, yang melambangkan momen wafatnya Buddha atau dikenal sebagai Parinirvana dalam ajaran Buddha.
Dengan ukuran yang sangat besar dan warna emas yang mencolok, patung ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Banyak wisatawan datang untuk berfoto, menikmati suasana tenang, atau sekadar mengagumi keindahan arsitekturnya.
Selain sebagai objek wisata, patung ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Posisi Buddha yang sedang berbaring menggambarkan ketenangan, kedamaian, dan pencapaian akhir dalam kehidupan, yaitu terbebas dari penderitaan.
Bagi umat Buddha, tempat ini menjadi lokasi penting untuk beribadah, meditasi, serta refleksi diri. Sementara bagi pengunjung umum, tempat ini memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat ajaran dan simbol-simbol dalam agama Buddha.
Area vihara cukup luas dan tertata rapi, sehingga nyaman untuk dikunjungi. Selain patung Buddha tidur, terdapat juga patung-patung lain, taman, serta area untuk beristirahat. Suasana di sekitar lokasi cenderung tenang dan bersih, menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan.
Lokasinya yang berada di kawasan Trowulan juga membuat wisata ini dekat dengan berbagai situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, sehingga pengunjung dapat sekaligus menjelajahi wisata sejarah di sekitarnya
Budha Tidur Mojokerto juga memiliki nilai edukatif, terutama bagi pelajar dan wisatawan yang ingin mempelajari keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Tempat ini sering dijadikan tujuan kunjungan sekolah karena memberikan wawasan tentang toleransi dan kehidupan beragama.
NENSI
Editor : Imron Arlado