Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sepi Pengunjung, Wisata Susur Kali Ngotok Kota Mojokerto Tak Laku

Sofan Kurniawan • Senin, 27 April 2026 | 05:29 WIB
NIHIL KUNJUNGAN: Seorang petugas terlihat menata pelampung di dermaga wisata susur sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (26/4). (Sofan JPRM)
NIHIL KUNJUNGAN: Seorang petugas terlihat menata pelampung di dermaga wisata susur sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (26/4). (Sofan JPRM)

 

KOTA - Sejumlah perahu wisata susur sungai bersandar di dermaga sungai Ngotok, kawasan wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto kemarin (26/4). Meski hari libur kawasan tersebut tetapi sepi wisatawan.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, sejak pagi, siang hingga sore hari, lima perahu wisata susur sungai hanya bersandar di dermaga. Praktis, tidak ada penumpang atau wisatawan yang menjajal wisata susur sungai tersebut. Yang terlihat hanya petugas duduk-duduk di bawah tenda dermaga.

Kawasan ini sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon wisata air unggulan Pemkot Mojokerto. Sepinya pengunjung di kawasan Taman Bahari Mojopahit tersebut mengundang sorotan warga. Abdul Mukti salah satu warga Kota Mojokerto menilai,’’ Saya rasa pemkot terlalu gegabah dan tidak melakukan tinjauan serta perencanaan yang matang dalam membangun kawasan wisata di sisi barat ini,’’ kata dia.

Ia menjelaskan, dengan kondisi area wisata yang sepi pengunjung itu menunjukkan perencanaannya lemah. Sehingga, area tersebut bisa dibilang sia-sia dibangun menggunakan anggaran jumbo. ’’Kalau sudah sepi begini kan sia-sia, pemkot menggunakan uang rakyat untuk pembangunan wisata absurd seperti ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Any Wijaya belum merespons ketika dikonfirmasi terkait sepinya kunjungan wisata susur Kali Ngotok tersebut. Area wisata itu resmi dibuka pada 10 Januari 2026. Kala itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, wisata susur sungai ini menjadi bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata di Kota Mojokerto.

Ada tiga jenis wahana yang disediakan bagi pengunjung untuk menyusuri aliran Sungai Ngotok, yakni perahu tradisional, speedboat dan jetski. Untuk tarifnya, wisatawan yang ingin menaiki jetski dikenakan biaya sebesar Rp 200.000. Sementara speedboat dipatok dengan tarif Rp 80.000.

Adapun perahu tradisional dikenakan tarif Rp 20.000, namun selama masa uji coba khusus Januari-Maret 2026 hanya dikenakan Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan pulang-pergi sepanjang 5 km dari Kali Ngotok hingga Sungai Brantas dan kembali ke kawasan TBM.

Sebelumnya, sepinya kawasan tersebut juga menjadi bahan cibiran warga. Itu saat digelar kejuaraan dayung di lokasi itu pada Minggu (19/4). Bahkan, fasilitas perahu wisata di area jembatan yang disiapkan kondisi kini memprihatinkan dan tidak beroperasi alias mangkrak.

’’Padahal, beberapa bulan lalu Pemkot Mojokerto resmi merilis layanan ini dengan tarif tiket sebesar Rp 20 per orang. Sayangnya, sepi peminat sejak hari pertama beroperasi. Awalnya semangat sekali ada perahu, tapi setelah tahu tiketnya Rp 20 ribu, warga mikir dua kali. Sekarang malah cuma dibiarkan begitu saja di pinggir sungai,’’ ujar Naryo, warga Kota Mojokerto.

Perlu diketahui, pengadaan dua dermaga Sungai Ngotok di Taman Bahari Mojopahit (TBM) sekitar Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto, menelan anggaran sekitar Rp 400 juta. Perangkat portabel berbahan plastik HDPE itu dibuat sebagai pelengkap wisata susur sungai dengan perahu yang diluncurkan sejak Januari lalu. (fan/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#wisata susur kali ngotok #wisata susur kali sepi #wisata tak laku #wisata kota mojokerto