- Di Jalur Mojolebak-Parengan
- Pilih Penanganan Normalisasi Insidentil
JETIS - Penanganan permanen pada saluran drainase Mojolebak-Parengan, Kecamatan Jetis, masih belum menjadi prioritas Pemkab Mojokerto. Sehingga, penanggulangan banjir genangan yang kerap melanda bakal kembali ditangani dengan normalisasi atau mengeruk sedimen seperti yang baru-baru rampung dilakukan.
’’Untuk rencana pembangunan atau pembetonan drainase sementara masih belum ada,’’ ungkap PPTK Pemeliharaan Drainase DPUPR Kabupaten Mojokerto Moch. Faqih, kemarin (26/4). Dengan begitu, saluran air di tepi Jalan Raya Mojolebak-Parengan ini belum terpasang u-ditch ataupun box culvert hingga beberapa waktu ke depan. Sejauh ini, drainase di jalan poros tersebut masih alami atau terbuat dari tanah. ’’Kita lakukan normalisasi rutin sebagai solusi jangka pendeknya,’’ tambahnya.
Di samping itu pihaknya turut menggandeng pemerintah desa setempat getol untuk mengedukasi warga. Sehingga dampak sampah dan sedimen yang menyumbat saluran dapat diminimalisir. Sebab, menurut Faqih, permasalahan utama langganan banjir luapan di Kecamatan Jetis ini akibat pendangkalan saluran drainase.
Arus banjir dinilai membawa sampah rumah tangga dan sedimen dari area perkampungan, persawahan, hingga tanah hutan. ’’Jadi normalisasi drainase ini sifatnya insidentil, titik yang kita angkat sedimennya ini jadi lokasi yang paling parah terdampak banjir luapan,’’ tukasnya.
Sebelumnya, DPUPR Kabupaten Mojokerto melakukan normalisasi pada saluran drainase Mojolebak-Parengan, Kecamatan Jetis, pada 15-17 April lalu. Sedimen yang menutup saluran air tepi jalan sepanjang 177 meter dan lebar sekitar 2,2 meter tersebut dikeruk.
Selain itu, trucuk dan gedek sepanjang 12 meter dipasang di area Jembatan Parengan agar tidak terus menerus terkikis debit banjir. Penanganan ini dilakukan Pemkab Mojokerto untuk menanggulangi banjir luapan yang kerap terjadi setiap hujan deras tiba. Imbas banjir mengakibatkan ruas jalan tergenang air dan menghambat mobilitas warga. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto