Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terkendala Akses, Satu Tanggul Jebol di Mojokerto Ditangani Manual

Rizal Amrulloh • Kamis, 23 April 2026 | 04:25 WIB
DITUTUP: Tanggul jebol di Sungai Sadar, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar dilakukan penanganan darurat menggunakan alat berat dari tim DPUPR Kabupaten Mojokerto dan BBWS Brantas. (Rizal JPRM)
DITUTUP: Tanggul jebol di Sungai Sadar, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar dilakukan penanganan darurat menggunakan alat berat dari tim DPUPR Kabupaten Mojokerto dan BBWS Brantas. (Rizal JPRM)

 

 

Perbaikan di Dua Aliran Sungai Tuntas

KABUPATEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto menuntaskan penanganan darurat pada tanggul jebol yang sebelumnya jadi penyebab banjir di dua wilayah kecamatan. Kini, perbaikan menyisakan satu titik lagi lantaran terkendala akses yang tak bisa dijangkau alat berat.

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengungkapkan, penanganan tanggul jebol yang telah rampung ada di dua titik. Masing-masing di aliran Sungai Sadar, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar dan aliran Sungai Sumber Glogok, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. ’’Tanggal 4 April sudah selesai untuk Jumeneng dan Modopuro,’’ ungkapnya, kemarin (22/4).

Sebelumnya, tanggul sepanjang 30 meter dengan lebar 5 meter di Sungai Sadar jebol hingga menyebabkan banjir di Desa Jumeneng dan Desa Tinggarbuntut Maret lalu. Hal serupa juga menimpa tanggul sungai di Desa Modopuro yang ambrol sepanjang 15 meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto mengerahkan alat berat untuk menutup celah tanggul yang jebol. Penanganan darurat dilakukan dengan menggunakan material jumbo bag serta tercucuk bambu.

Rois mengatakan, saat ini tinggal satu titik penanganan yang masih dikebut untuk dituntaskan. Tanggul jebol yang belum sepenuhnya tertutup adalah di aliran Sungai Sumber Kembar, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari. ’’Yang Kebondalem masih proses pengerjaan,’’ paparnya.

Tanggul jebol ini sempat mengakibatkan hektaran sawah dan wilayah permukiman di Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari sempat terendam banjir Maret lalu. Rois menyebut, pengerjaan terkendala akses yang tak dapat dijangkau alat berat. ’’Pengerjaan manual, alat tidak bisa masuk. Jadi perlu waktu lebih,’’ tandas dia.

Menurutnya, penanganan seluruh tanggul sungai yang jebol tersebut bersifat darurat untuk mengantisipasi agar tak terjadi banjir susulan. Ke depan, pihaknya mengusulkan perbaikan tanggul dilakukan secara permanen. ’’Ya, kita usulkan ke BBWS Brantas untuk dibangun secara permanen,’’ pungkas dia. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #bencana mojokerto #tanggul kali sadar #Penanganan Darurat Bencana