JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Air Terjun Dlundung yang terletak di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang paling populer di Jawa Timur.
Berada di lereng Gunung Penanggungan, kawasan ini menawarkan suasana sejuk khas pegunungan dengan udara segar yang jarang ditemukan di perkotaan. Keindahan air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter berpadu dengan rimbunnya pepohonan, menciptakan panorama alam yang menenangkan sekaligus memikat hati para pengunjung.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026: Mengukur Kekuatan Tersembunyi Perempuan Indonesia
Selain keindahan alamnya, Air Terjun Dlundung juga menyimpan cerita legenda yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat sekitar. Konon, kawasan ini dahulu menjadi tempat pertapaan para leluhur dan tokoh kerajaan Majapahit. Cerita mistis yang menyelimuti air terjun menambah daya tarik tersendiri, membuat wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga merasakan nuansa spiritual yang kental.
Legenda yang paling terkenal adalah kisah tentang roh penjaga air terjun yang dipercaya melindungi kawasan ini dari mara bahaya. Warga sekitar meyakini bahwa siapa pun yang datang dengan niat baik akan mendapatkan ketenangan batin, sementara mereka yang datang dengan niat buruk akan merasakan gangguan. Kepercayaan ini membuat Air Terjun Dlundung dianggap sebagai tempat sakral sekaligus penuh misteri.
Di sekitar kawasan air terjun, terdapat pula makam yang dikenal sebagai Makam Pandawa Lima. Untuk mencapainya, pengunjung harus menempuh perjalanan kaki sekitar dua jam dari lokasi utama. Meski cukup melelahkan, perjalanan ini sering dilakukan oleh peziarah yang ingin merasakan pengalaman spiritual sekaligus menikmati keindahan alam pegunungan.
Selain nilai sejarah dan legenda, Air Terjun Dlundung juga dilengkapi dengan fasilitas wisata yang memadai. Tersedia bumi perkemahan yang luas, sering digunakan untuk kegiatan keluarga, komunitas, maupun sekolah. Area ini menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berkemah di tengah alam dengan suara gemericik air terjun sebagai latar.
Baca Juga: Ery Purwanti, Terpatri Spirit Perjuangan Kartini
Wisatawan yang datang biasanya menikmati berbagai aktivitas seperti bermain air di bawah terjunan, berfoto dengan latar panorama hijau, atau sekadar duduk santai sambil mendengarkan suara alam. Suasana yang tenang dan damai membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di kawasan ini.
Harga tiket masuk ke Air Terjun Dlundung sangat terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan. Pengunjung dewasa dikenakan biaya sekitar Rp12.500, sementara anak-anak hanya Rp7.500. Dengan harga yang murah, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam sekaligus fasilitas yang tersedia.
Jam operasional kawasan wisata ini berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00, sehingga pengunjung memiliki waktu cukup panjang untuk menjelajahi dan menikmati suasana. Waktu terbaik untuk berkunjung biasanya pagi hingga siang hari, ketika udara masih segar dan cahaya matahari menambah keindahan panorama.
Alamat lengkap Air Terjun Dlundung adalah Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61375. Lokasi ini mudah dijangkau baik dari Kota Mojokerto maupun dari Surabaya, dengan akses jalan yang cukup baik meski berkelok-kelok khas daerah pegunungan.
Baca Juga: Sunrise Mall Mojokerto, Boneka Discount Up To 70 Persen
Bagi masyarakat Mojokerto, Air Terjun Dlundung bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol kebanggaan daerah. Keindahan alam yang berpadu dengan cerita legenda menjadikannya warisan budaya sekaligus aset pariwisata yang berharga.
Dengan segala keunikan yang dimiliki, Air Terjun Dlundung layak disebut sebagai warisan alam Mojokerto. Ia bukan hanya sekadar air terjun, melainkan perpaduan antara keindahan alam, nilai sejarah, dan kisah legenda yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kehadiran Air Terjun Dlundung membuktikan bahwa Mojokerto tidak hanya kaya akan peninggalan Majapahit, tetapi juga memiliki pesona alam yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. Destinasi ini menjadi bukti nyata bahwa alam dan budaya dapat berpadu harmonis, menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan.
FERDI
Editor : Imron Arlado