Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nama-Nama Desa Di Mojokerto: Warisan Leluhur yang Penuh Makna

Imron Arlado • Minggu, 19 April 2026 | 14:22 WIB

"Nama-nama desa di Mojokerto bukan sekadar penanda wilayah, melainkan warisan sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang sarat makna.”

"Nama-nama desa di Mojokerto bukan sekadar penanda wilayah, melainkan warisan sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang sarat makna.”

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mojokerto bukan hanya dikenal sebagai pusat peninggalan Kerajaan Majapahit, tetapi juga menyimpan banyak desa dengan nama-nama unik yang sarat makna. Nama-nama desa ini lahir dari kondisi alam, cerita rakyat, hingga filosofi kehidupan masyarakat Jawa, sehingga menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. 

1. Kedungmaling  

Nama ini berasal dari kata “kedung” (cekungan sungai) dan “maling” (pencuri). Konon, dahulu kawasan ini sering dijadikan tempat persembunyian oleh para pencuri. Filosofinya bukan sekadar kisah kriminal, melainkan peringatan moral bagi masyarakat agar selalu menjunjung tinggi kejujuran.

Nama ini menjadi simbol bahwa setiap tindakan buruk akan meninggalkan jejak sejarah, dan masyarakat diajak untuk belajar dari masa lalu agar tidak mengulanginya. Dengan demikian, Kedungmaling mengingatkan warga bahwa kejujuran adalah pondasi kehidupan sosial yang harmonis. Desa Kedungmaling berada di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

2. Japanan  

Sekilas terdengar seperti nama negara Jepang, tetapi sebenarnya berasal dari kata “Japan” yang berarti pohon jati muda. Pohon jati dikenal kokoh, tahan lama, dan bernilai tinggi.

Filosofinya adalah keteguhan hati dan kekuatan karakter masyarakat desa. Seperti jati yang mampu bertahan dalam segala cuaca, warga Japanan diajak untuk memiliki semangat pantang menyerah, menjaga integritas, dan tetap berdiri tegak meski menghadapi kesulitan hidup. Nama ini juga mencerminkan harapan agar desa terus tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Desa Japanan berada di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. 

3. Ngembat  

Nama ini berasal dari kata “embat” yang berarti meraih atau mengambil. Filosofinya adalah semangat masyarakat untuk meraih kehidupan yang lebih baik melalui kerja keras dan usaha. Desa Ngembat mencerminkan mentalitas produktif, di mana warga percaya bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja, melainkan harus diusahakan dengan tekad dan kerja nyata. Nama ini menjadi motivasi kolektif agar masyarakat selalu berusaha meraih cita-cita, tanpa takut gagal, karena setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Desa Ngembat berada di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Tepergok Gondol Tas, Maling Ditangkap Petugas SPBU di Mojokerto

4. Sumbertebu  

Nama ini lahir dari kondisi alam sekitar yang banyak ditumbuhi tebu. Tebu dikenal sebagai tanaman yang menghasilkan rasa manis, sehingga filosofi desa ini adalah manisnya kehidupan yang lahir dari kerja keras bercocok tanam. Warga desa percaya bahwa hasil manis tidak datang tanpa usaha, sebagaimana tebu yang harus ditanam, dirawat, dan dipanen dengan penuh kesabaran. Nama Sumbertebu menjadi simbol kesejahteraan, mengajarkan bahwa kerja keras bersama akan menghasilkan kehidupan yang manis dan penuh kebahagiaan. Desa Sumbertebu berada di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

5. Kedunglengkong  

“Kedung” berarti cekungan sungai, sedangkan “lengkong” berarti melengkung. Nama ini mencerminkan kondisi geografis desa yang unik. Filosofinya adalah kelenturan dan kemampuan beradaptasi masyarakat terhadap alam. Seperti aliran sungai yang melengkung mengikuti jalurnya, warga Kedunglengkong diajak untuk hidup selaras dengan alam, tidak melawan, tetapi menyesuaikan diri. Hal ini mencerminkan kebijaksanaan Jawa yang menekankan harmoni antara manusia dan lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan seimbang. Desa Kedunglengkong berada di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

6. Banjarsari  

Nama ini berasal dari kata “banjar” (perkampungan) dan “sari” (inti atau utama). Filosofinya adalah kebersamaan masyarakat dalam menjaga inti kehidupan desa, yaitu gotong royong dan persatuan. Banjarsari menjadi simbol bahwa kekuatan desa terletak pada kebersamaan warganya. Seperti sari yang menjadi inti dari bunga, kebersamaan adalah inti dari kehidupan sosial. Nama ini mengajarkan bahwa persatuan adalah kunci untuk menghadapi tantangan, dan gotong royong adalah warisan budaya yang harus terus dijaga. Desa ini berada di Kecamatan Jetis. 

7. Jatipasar  

Nama Jatipasar berasal dari gabungan kata “jati” (pohon jati) dan “pasar” (tempat jual beli). Konon, dahulu desa ini menjadi pusat perdagangan kayu jati yang terkenal kuat dan bernilai tinggi. Filosofinya adalah keseimbangan antara kekuatan alam dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pohon jati melambangkan keteguhan dan ketahanan, sementara pasar mencerminkan interaksi sosial dan semangat kebersamaan. Nama Jatipasar mengajarkan bahwa kehidupan yang sejahtera lahir dari kerja keras, perdagangan yang jujur, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Desa ini menjadi simbol bahwa ekonomi lokal dapat tumbuh subur jika dijalankan dengan kejujuran dan rasa saling percaya. Desa Jatipasar berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Budaya Tiongkok di Arsitektur Majapahit, Dari Rumah Tapak hingga Hiasan Nisan

Nama-nama desa unik di Mojokerto bukan sekadar penanda geografis, melainkan cermin sejarah, kondisi alam, dan nilai budaya masyarakat Jawa. Filosofi yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman hidup, pengingat moral, sekaligus motivasi untuk terus menjaga tradisi. Dengan memahami asal-usul nama desa, kita tidak hanya mengenal Mojokerto dari sisi geografis, tetapi juga dari sisi budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur. 

FERDI

 

 

Editor : Imron Arlado
#nama desa #filosofi nama desa #desa unik #desa viral #jatipasar