JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mojokerto bukan hanya menyimpan jejak sejarah Kerajaan Majapahit, tetapi juga kaya akan legenda yang masih hidup di tengah masyarakat. Lima kisah berikut menjadi bagian dari warisan budaya yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.
1. Watu Blorok
Di Dusun Pasinan, Desa Kupang, terdapat sebuah batu besar yang dikenal sebagai Watu Blorok. Batu ini adalah jelmaan Joko Welas dan Roro Wilis, dua tokoh yang dikutuk pada masa Majapahit. Bentuknya yang unik membuat masyarakat percaya bahwa batu ini bukan sekadar benda alam, melainkan peninggalan sakral yang menyimpan cerita mistis.
Warga sekitar menganggap Watu Blorok sebagai tempat keramat. Batu ini sering diberi sesaji berupa bunga, kain putih, dan dupa. Hingga kini, banyak peziarah datang untuk berdoa atau sekadar melihat langsung batu yang dipercaya memiliki aura spiritual kuat.
Baca Juga: Petualangan Canyoning di Pacet, Mojokerto: Menghadapi Tebing dan Air Terjun yang Menantang
2. Petirtaan Jolotundo
Terletak di lereng Gunung Penanggungan, Petirtaan Jolotundo adalah pemandian kuno yang dibangun Raja Udayana untuk permaisurinya, Gunapriya Dharmapatni. Airnya diyakini membawa berkah, kesembuhan, bahkan awet muda. Situs ini menjadi salah satu peninggalan Majapahit yang masih terawat dengan baik.
Pada malam tertentu, terutama menjelang bulan purnama, banyak peziarah datang untuk mandi atau mengambil air suci dari petirtaan ini. Tradisi tersebut masih berlangsung hingga kini, menjadikan Jolotundo bukan hanya situs sejarah, tetapi juga pusat spiritual yang hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Petualangan Canyoning di Pacet, Mojokerto: Menghadapi Tebing dan Air Terjun yang Menantang
3. Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan sering disebut sebagai “miniatur Semeru” karena bentuknya yang mirip. Namun lebih dari itu, gunung ini dianggap sebagai gunung suci peninggalan Majapahit. Lerengnya dipenuhi situs candi dan petirtaan kuno, yang diyakini sebagai tempat pertapaan para resi dan tokoh spiritual.
Legenda menyebutkan bahwa siapa pun yang mendaki dengan hati bersih akan mendapatkan ketenangan batin, sementara mereka yang berniat buruk akan tersesat. Kepercayaan ini membuat Gunung Penanggungan menjadi salah satu destinasi spiritual sekaligus wisata alam yang penuh misteri.
4. Putri Campa
Kisah Putri Campa berkaitan erat dengan sejarah Majapahit. Ia adalah permaisuri Raja Majapahit yang kisah hidupnya penuh intrik politik dan cinta. Putri Campa disebut membawa pengaruh budaya dari negeri asalnya, sehingga memperkaya tradisi Majapahit.
Cerita tentangnya masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat Mojokerto. Kisah cinta tragis Putri Campa sering dikaitkan dengan nilai kesetiaan dan pengorbanan, menjadikannya salah satu legenda yang paling dikenal di Mojokerto.
FERDI
Editor : Imron Arlado