Sasar 10 Jembatan dan 19 Titik Ruas Jalan Raya
KABUPATEN - Penguatan infrastuktur jalan dan jembatan di tahun berjalan tetap menjadi prioritas Pemkab Mojokerto. Tahun ini pemkab mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 58 miliar dan menyasar 29 titik proyek. Bahkan, empat paket fisik dengan nilai Rp 12,6 miliar kini tengah on-progress dalam lingkup pengerjaan tembok penguatan jalan (TPJ).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah mengatakan, di tengah fokus pada pemindahan ibu kota pemerintahan, penguatan infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
Selain sebagai mandatory spending, paket fisik ini juga sebagai komitmen pemda dalam memberikan standar pelayanan dasar kepada masyarakat. ’’Pemerataan pembangunan tetap menjadi perhatian serius bapak bupati. Salah satunya terkait perbaikan jalan dan jembatan,’’ ungkapnya, kemarin (7/4).
Perhatian itu, lanjut dia, terbukti dengan alokasi anggaran infrastruktur yang memiliki porsi cukup besar. Khususnya untuk pembangunan jalan raya dan jembatan yang sejauh ini masih menjadi kebutuhan dasar warga. Nilainya dialokasikan sebesar Rp 58 miliar. Anggaran tersebut menyasar 29 paket proyek yang harus diselesaikan di tahun berjalan.
’’Terbagi atas pelebaran, rekonstruksi, pembangunan, dan rehabilitasi jembatan ada sepuluh paket. Sedangkan pelebaran dan rehabilitasi jalan raya ada 19 paket proyek. Bahkan, empat paket lainnya sudah on-progress masuk lingkup pengerjaan TPJ,’’ jelasnya.
Menurutnya, pengerjaan fisik jalan yang tengah digeber ini masuk empat dari sembilan proyek strategis daerah berdasarkan SK Bupati Mojokerto Nomor 188.45/413/HK/416-012/2025. Tak berbeda dengan tahun lalu, penetapan tersebut sekaligus sebagai percepatan pembangunan daerah.
Meliputi, pelebaran jalan menuju standar ruas Jalan Parengan-Lakardowo, Kecamatan Jetis dengan pagu Rp 4,8 miliar. Disusul pelebaran jalan menuju standar ruas Kepuhanyar-Ngimbangan sebesar Rp 4 miliar. Selanjutnya ada pelebaran jalan menuju standar ruas Watesnegoro-Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro Rp 3,8 miliar, dan rekonstruksi jalan ruas jalan Pekukuhan-Ngoro sebesar Rp 3 miliar. ’’Dalam waktu dekat ada 15 paket lainnya yang akan menyusul. Kita targetkan mulai pengadaan bulan ini dan bulan depan sudah ada pemenang, dilanjut teken kontrak,’’ urainya.
Yuni menambahkan, penguatan infrastruktur ini bagian dari suksesi misi ke-4 dari Catur Abhipraya Mubarok. Yakni, pemerataan dan perluasan pembangunan infrastruktur di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan.
’’Sebagaimana arahan pimpinan, penguatan infrastruktur yang jadi pegangan dinas PUPR, ada prinsip 5T, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, dan tertib administrasi,’’ tegasnya. Memang, selama setahun kepemimpinan Gus Barra-Dokter Rizal, pemkab berhasil menggeber berbagai pembangunan berdampak. Infrastruktur jalan, misalnya. Pemkab berhasil memperbaiki jalan sepanjang 34,819 kilometer (km) dengan lebar 5-10 meter.
Terbagi atas konstruksi aspal sepanjang 17,631 km pada 10 lokasi, dan konstruksi beton sepanjang 17,118 km di 19 lokasi. Sedangkan pembangunan dan rekonstruksi jembatan pada 6 lokasi dengan lebar 6-8 meter dan panjang total 155 meter. ’’Selesainya pembangunan ini tentu akan menambah status jalan mantab (baik dan sedang), dari sebelumnya sepanjang 970.207 km atau 83,18 persen yang tercatat di akhir 2024,’’ papar Yuni. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah