KABUPATEN - Produksi sampah di Kabupaten Mojokerto meningkat signifikan pasca Hari Raya Lebaran. Kini, timbulan sampah yang terbuang di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo mencapai 100 ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suhariyono mengungkapkan, peningkatan produksi sampah seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat selama momen Idulfitri 2026. Selain tradisi unjung-unjung atau silaturahmi, peningkatan volume sampah juga disumbang dari lonjakan wisatawan yang berkunjung selama masa liburan panjang. ’’Pergerakan masyarakat meningkat, otomatis tingkat konsumsi juga meningkat. Sehingga potensi sampah ikut bertambah,’’ ungkapnya.
DLH mencatat, rata-rata produksi sampah yang dikirim ke TPA Karangdiyeng berkisar 80-90 ton per hari. Namun, setelah Hari Raya Lebaran volumenya meningkat tajam hingga 10-20 ton per hari. ’’Volumenya melonjak hingga sekitar 100 ton per hari,’’ ujarnya.
Diperkirakan, tren lonjakan produksi sampah terjadi hingga akhir pekan kemarin. Diperkirakan, grafik volume sampah harian akan kembali mengalami penurunan secara graduatif mulai pekan ini. Hal ini seiring telah berakhirnya masa arus balik Lebaran dan aktivitas masyarakat yang kembali normal seperti biasanya. ’’Secara bertahap produksi sampah akan berangsur turun kembali,’’ tuturnya.
Untuk menekan timbulan sampah, DLH mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan peran bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto. Harapannya, sampah yang dikirim ke TPA Karangdiyeng telah terpilah dan tinggal menyisakan residu. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah