GEDEG - Peningkatan potensi cuaca ekstrem pada libur panjang Lebaran ini turut diantisipasi pengelola Tol Jombang - Mojokerto (Jomo). Dampak banjir hingga tanah longsor di jalan bebas hambatan diminimalisir untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna tol.
Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo Yuni Rihal menerangkan, sejumlah penanganan telah dilakukan dalam mengantisipasi cuaca buruk. Mulai dari rutin membersihkan drainase untuk menangkal banjir hingga mencegah tanah longsor dengan penguatan beberapa titik lereng.
’’Selain pemeliharaan drainase, kami juga membuat saluran penangkap dan peluncur untuk mencegah meluapnya air ke badan jalan tol serta menyiapkan pompa di titik-titik rawan banjir,’’ bebernya. Tak hanya itu, perambuan dan penerangan jalan juga dipastikan dalam kondisi laik.
Sejumlah langkah ini dilakukan tak lain untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. ’’Kami memastikan kesiapan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana pendukung, serta kesiapan petugas operasional selama periode libur Idul Fitri ini,’’ tandas Rihal.
Selama libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah ini, ruas Tol Jomo diprediksi akan di dilalui sekitar 1,14 juta kendaraan. Meningkat 1,45 persen dibanding volume lalu lintas pada lebaran tahun lalu. Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 19 Maret dengan volume kendaraan mencapai 65 ribu. Sedangkan puncak arus balik diprakirakan pada 24 Maret dengan dilintasi 96 ribu kendaraan.
Sejumlah sarana dan prasarana serta layanan penunjang telah dipersiapkan bagi para pemudik yang melintas di jalan tol sepanjang 40,5 KM ini. Sedikitnya, 200 petugas operasional berikut layanan terdiri dari 3 mobil patroli, 1 mobil rescue, 2 ambulans serta 4 mobil derek disiagakan penuh. Pun begitu dengan terpasangnya 124 kamera CCTV di penjuru tol untuk menunjang keamanan pengguna jalan bebas hambatan ini. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah