’’Masyarakat atau pemda setempat kami imbau untuk memperhatikan sistem drainase dan kondisi saluran resapan air agar dapat menampung hujan intensitas tinggi,’’
Andrie Wijaya
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda
MOJOKERTO RAYA - Warga Kota dan Kabupaten Mojokerto diminta mewaspadai imbas cuaca buruk selama libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah ini. Pasalnya, cuaca ekstrem diprakirakan masih membayangi hingga masa arus balik lebaran.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya menuturkan, hal ini seiring adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem kurun pada pekan ketiga bulan Maret, tepatnya tanggal 18 - 20 Maret. Meski begitu, cuaca ekstrem diprakirakan masih membayangi hingga arus balik atau selepas lebaran. ’’Selepas itu kemungkinan potensi cuaca ekstrem masih ada namun sudah tidak terlalu signifikan,’’ bebernya.
Hal ini dikarenakan adanya sejumlah kondisi atmosfer yang membuat langit Mojokerto labil. Sehingga, secara umum, diprakirakan cuaca di Mojokerto Raya berawan maupun terjadi hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Oleh karena itu, Andrie mengimbau agar masyarakat yang sedang berlebaran maupun perjalanan balik dari kampung halaman mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta menghindari daerah rawan pohon tumbang, banjir maupun longsor. ’’Pengendara lebih baik istirahat sejenak saat cuaca semakin memburuk,’’ terang Andrie.
Sebab, berkendara saat hujan deras berisiko menghadapi jarak pandang terbatas hingga wajib mewaspadai jalan licin. ’’Masyarakat atau pemda setempat kami imbau untuk memperhatikan sistem drainase dan kondisi saluran resapan air agar dapat menampung hujan intensitas tinggi,’’ pungkasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah