Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kolam Lindi TPA Randegan Kota Mojokerto Tak Berfungsi, Rawan Cemari Lingkungan

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:34 WIB
BERBAU BUSUK: Aliran lindi dari sampah TPA Randegan masuk ke pekarangan warga sekitar dan memicu pencemaran air. (Sofan JPRM)
BERBAU BUSUK: Aliran lindi dari sampah TPA Randegan masuk ke pekarangan warga sekitar dan memicu pencemaran air. (Sofan JPRM)

 

”Mulai tahun kemarin sudah masuk perencanaan untuk pembuatan kolam lindi, karena yang ada sekarang sudah tidak produktif,”

Ikromul Yasak

Plt Kepala DLH Kota Mojokerto

 

’’Di wilayah Randegan RW 1 itu banyak yang kena penyakit diare, TBC, dan di situ banyak stunting-nya

Mat Ali

Warga RW 1 Lingkungan Randegan

 

Warga Sekitar TPA Randengan Banyak Derita Penyakit

KOTA – Kolam lindi di TPA Randegan, Kota Mojokerto, tak berfungsi. Akibatnya air resapan sampah berwarna pekat itu mencemari lingkungan dan sumur bor milik warga. DLH Kota Mojokerto mengklaim telah menyiapkan proyek pembangunan tempat pengelolaan lindi untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Plt Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak menyatakan, aliran lindi muncul dari tumpukan sampah di TPA sebelah timur. Menurutnya, limbah cair tersebut menyebar akibat posisi kolam lindi lebih tinggi dari sampah. ”Ini sedang kami upayakan dengan tim teknis untuk pengelolaan lindi nanti rencananya kami taruh di ujung selatan sebelah barat dekatnya gedung Diklat BKPSDM,” tuturnya. 

Menurut dia, perencanaan proyek tersebut saat ini dapat tahap survei oleh tim ahli dari ITS Surabaya. Yasak menyebut, pengelolaan lindi tak hanya ditampung dalam kolam, melainkan juga bisa diolah menjadi pupuk cair. ”Mulai tahun kemarin sudah masuk perencanaan untuk pembuatan kolam lindi, karena yang ada sekarang sudah tidak produktif,” tandasnya. 

Sebelumnya, warga menyatakan pencemaran sampah TPA Randegan memicu penyakit diare, tuberkulosis (TBC), hingga stunting. Kondisi tersebut dinilai akibat aliran air lindi ke wilayah permukiman. ’’Di wilayah Randegan RW 1 itu banyak yang kena penyakit diare, TBC, dan di situ banyak stunting-nya,” ungkap Mat Ali, warga RW 1 Lingkungan Randegan. 

Menurutnya, aliran lindi memicu bau busuk dan mengundang lalat. Selain mengancam kesehatan, kondisi lingkungan yang tak sehat menghambat tumbuh kembang anak. ”Bagi yang tidak mampu, gizinya kurang, otomatis dampaknya ke stunting,” imbuhnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#pencemaran tpa randegan kota mojokerto #Pemkot Mojokerto #tpa randegan #tpa randegan kota mojokerto #dlh kota mojokerto