Penanggulangan Tanggul Jebol Tunggu Debit Air Sungai Surut
MOJOSARI - Meski telah berangsur surut, dua desa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih dibayangi dengan potensi banjir susulan. Pasalnya, penanganan jebolnya tanggul yang menjadi penyebab luapan air terkendala akibat debit sungai yang masih tinggi.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengungkapkan, penanganan tanggul sungai Sumber Kembar di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari yang jebol terus diupayakan. Penanggulangan darurat ditangani bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. ’’Tim BBWS sudah mulai dropping material dan pengisian tanah di-sandbag,’’ tandasnya, Rabu (18/3).
Hanya saja, tanggul yang jebol sejak Minggu (15/3) malam ini belum dapat dikerjakan dalam tempo cepat. Selain kerusakan tanggul yang mencapai panjang kurang lebih 15 meter, lokasi terdampak juga tidak dapat dijangkau dengan bantuan alat berat. ’’Karena tidak bisa terjangkau alat berat, jadi membutuhkan waktu yang lebih,’’ ujarnya.
Di samping itu, sentuhan perbaikan darurat masih terkendala debit air sungai yang tinggi. Sebab, penanggulangan masih dilakukan secara manual. ’’Sambil menunggu air surut, kita percepat pekerjaan dropping material dan pengisian (sandbag) dulu,’’ papar Rois.
Ketika debit air Sungai Sumber Kembar surut, maka karung-karung pasir tersebut akan dipasang guna menutupi celah tanggul yang jebol. Upaya ini bersifat sementara untuk menghentikan luapan air Sungai yang mengakibatkan dua desa terdampak banjir dalam tiga hari terakhir. ’’Kami koordinasi terus dengan BBWS,’’ pungkasnya.
Akibat jebolnya tanggul Sungai Sumber Kembar, banjir melanda Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol dan Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari pada Senin (16/3). Selain merendam hektaran areal persawahan, air juga menggenangi jalan permukiman hingga puluhan rumah warga. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah