Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tanggul Jebol di Mojokerto Belum Tertangani, Dua Desa di Mojosari Masih Terendam Banjir 

Rizal Amrulloh • Rabu, 18 Maret 2026 | 09:37 WIB
MASIH TERGENANG: Warga melintasi jalan perkampungan di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang masih terendam air, kemarin (17/3). (Sofan Radar Mojokerto)
MASIH TERGENANG: Warga melintasi jalan perkampungan di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang masih terendam air, kemarin (17/3). (Sofan Radar Mojokerto)

MOJOSARI - Banjir masih merendam dua desa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, kemarin (17/3). Namun, tren ketinggian air berangsur mengalami penurunan di Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol. 

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengungkapkan, volume air mulai berkurang pada hari kedua banjir kemarin. Genangan yang sebelumnya merendam sejumlah rumah warga di Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, kini sudah mulai surut. ”Sudah ada penurunan, di Dusun Balongcangak sudah tidak ada lagi air yang masuk ke rumah warga,” ungkapnya. 

Hanya saja, air masih merendam di sebagian areal persawahan dan jalan perkampungan. Sehingga masyarakat belum bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Demikian dengan di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, yang hingga kemarin juga masih tergenang air. Bahkan, Rinaldi menyebut terdapat puluhan rumah yang belum terbebas dari banjir. ”Masih ada 30 rumah yang airnya masuk,” tandasnya. 

Meski demikian, warga masih memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing. Karenanya, BPBD Kabupaten Mojokerto menyuplai kebutuhan dasar seperti air bersih kepada warga di dua desa terdampak. ”Sekarang kami juga menyiapkan bantuan berupa sembako,” tandasnya. 

Paket bantuan bahan pangan tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Khususnya untuk keperluan sahur dan berbuka bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. ”Karena masyarakat masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya. 

Dikatakan Rinaldi, masih terjadinya banjir yang melanda di dua desa disebabkan karena tanggul Sungai Sumber Kembar yang jebol belum dapat dilakukan perbaikan. Namun, kemarin sejumlah material sudah dikirimkan ke titik lokasi tanggul. ”Instansi terkait dari dinas PUPR sudah mulai dropping material untuk penanganan darurat tanggul yang jebol,” tandasnya. 

Di samping itu, upaya penurunan volume banjir juga dilakukan dengan mengoperasikan mesin penyedot air. Selain dari rumah pompa, kemarin juga ditambah dengan pompa mobile untuk mempercepat daya surut air. ”Kita harap bisa mempercepat mengurangi permukaan air,” pungkas dia. (ram/ris)

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #tanggul ambrol #tanggul longsor #bencana banjir #banjir mojosari #tanggul kali sadar #banjir mojokerto