KABUPATEN - Tanggul Sungai Ngumpak yang mengalami jembol hingga memicu banjir di wilayah Meri, Kota Mojokerto, didandani Selasa (17/3). Penanggulan darurat dilakukan dengan menggunakan sand bag.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto Ganesh Pressiatantra menuturkan, perbaikan tanggul secara darurat langsung dikerjakan kemarin (17/3) atau sehari pasca kejadian banjir. Perbaikan tanggul oleh BPBD bersama DPUPR Perakim Kota Mojokerto ini tidak butuh waktu lama. ’’Pengerjaan penanggulan darurat ini dilakukan satu hari ini saja,’’ terangnya.
Dia menjelaskan, penanggulan darurat dilakukan secara manual. Puluhan sand bag atau karung pasir disusun menutupi celah tanggul jebol berdimensi 1 x 3 meter persegi. Kerusakan tanggul yang relatif kecil membuat pengerjaan tidak butuh waktu lama. ’’Untuk penanggulan permanen masih menunggu dari BBWS Brantas selaku pemangku kewenangan,’’ sebut Ganesh.
Diketahui sebelumnya, satu titik tanggul Sungai Ngumpak ini jebol akibat tergerus tingginya debit sungai, Senin (16/3) dini hari. Debit sungai meningkat karena tingginya curah hujan.
Sementara ambrolnya tanggul membuat wilayah Perumahan Griya Permata Meri (GPM) tergenang banjir. Banjir yang hanya menggenangi area jalan di kawasan permukiman itu berlangsung beberapa jam setelah dua pompa banjir di wilayah Meri diaktifkan bersamaan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah