KOTA - Tanggul sungai di Kota Mojokerto yang mengalami longsor akibat diterjang banjir bertambah. Kemarin (17/3), giliran tembok plengsengan Sungai Sadar di Jalan Tropodo, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, ambrol belasan meter.
Mahfud, warga di sekitar lokasi mengatakan, ambrolnya tanggul sungai sisi selatan itu berlangsung sekitar pukul 06.00. Setelah hujan deras yang berdampak terhadap peningkatan debit sungai, dinding tanggul akhirnya tergerus. ’’Airnya sampai peres jalan, karena kena banjir ini langsung ambrol,’’ tuturnya.
Menurut dia, kondisi tanggul tepat di samping markas Denbekang V/2.B Mojokerto itu sebelumnya tampak kukuh. Namun, setelah sungai mengalami banjir semalaman, struktur pembatas sungai tersebut ikut rontok. Dia memperkirakan, tembok tanggul yang longsor lebih dari 10 meter. Kondisi ini menurutnya berbahaya lantaran bisa meluas apabila debit sungai kembali naik. ’’Harus segera ditangani supaya tidak tambah lebar, itu ada kalau belasan meter yang ambrol,’’ tandasnya.
Sungai Sadar di Kota Mojokerto dikelola BBWS Brantas. Adapun pemeliharaan infrastruktur sungai ditangani oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I. Pada awal bulan ini, BUMN tersebut baru saja melaksanakan perbaikan tanggul di sepanjang aliran tersebut. Tepatnya tanggul sepanjang 24 meter di Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, atau sisi utara titik tanggul yang kini longsor.
Sebelumnya, peningkatan arus sungai yang dipicu hujan deras juga menyebabkan tanggul Sungai Brangkal di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, ambrol pada Minggu (15/3) malam. Tembok plengsengan yang memisahkan sungai dengan permukiman warga Sinoman Gang VIII itu longsor sepanjang 10 meter dengan ketinggian 3 meter.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan soal tanggul ambrol di Sinoman. Kerusakan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada BBWS Brantas untuk proses penanganan. ’’Nanti kita TL kepada pemilik kewenangan dulu,’’ ujarnya, Senin (16/3). (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah