KOTA – Memasuki gelombang awal arus mudik Lebaran 2026, sejumlah ruas jalan di Kota Mojokerto terdeteksi rawan macet atau trouble spot. Setidaknya lima titik kemacetan terpetakan selama 13 hari, mulai Kamis (13/3) hingga Rabu (25/3) pekan depan. Terdiri dari dua titik di jalur arteri bypass serta tiga titik di area dalam kota.
Atas pemetaan tersebut, Polres Mojokerto Kota mulai menyiagakan personel jaga hingga tim urai yang tersebar di empat pos pengamanan dan pelayanan yang telah disiagakan. Mereka akan bertugas mengamankan dan mengurai arus lalu lintas manakala terjadi kemacetan. Termasuk merekayasa arus lalu lintas jika diperlukan.
Dua titik di arteri bypass itu tepatnya ada di perlintasan kereta api JPL 41A Sekarputih dan Jembatan Gunung Gedangan. Di mana, laju kendaraan yang melintas dari kedua arah terpaksa melambat karena jalan mengalami penyempitan dan berelombang. Termasuk adanya persimpangan dengan kereta api, sehingga laju kendaraan harus berhenti sementara.
’’Ada penyempitan jalan di jembatan Gunung Gedangan sehingga kendaraan yang melintas bergantian, sementara volume kendaraan cukup padat serta jalan bergelombang,’’ ujar Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Ninit Titis Dewiyani, kemarin.
Lalu, titik trouble spot di dalam kota, Titis menyebut disebabkan karena faktor pusat perbelanjaan. Yakni, di simpang tiga Jalan Bhayangkara-Sudirman yang terdapat swalayan Sanrio. Kemudian, simpang empat PMI yang kerap dipadati pengendara dari utara sungai untuk berbelanja di kawasan Jalan Mojopahit. Serta di sepanjang Jalan Gajah Mada yang kerap dipadati pengendara hendak menuju mal dan pasar rakyat di Jalan Benteng Pancasila.
’’Biasanya karena pengendara berbelanja ke swalayan atau mal. Sering terjadi sebelum hari-H lebaran,’’ tambahnya. Sebagai antisipasi, polres telah menyiapkan alternatif dan rekayasa arus lalu lintas. Bagi pemudik dari arah Surabaya, bisa melewati empat jalur alternatif. Mulai simpang empat Sekarputih ke kanan Jalan Empunala, Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Raden Wijaya, Jalan Mojopahit, Jalan RA Basuni, keluar di simpang tiga Jampirogo.
Bisa juga mulai dari simpang tiga Tarik ke kanan simpang tiga Mlirip, Jalan Raya Mlirip, Lespadangan, Kemantren, Jalan Raya Gedeg, PG Gempolkrep, hingga menuju Tapen, Ploso, Jombang. Sedangkan bagi pemudik dari arah Jombang, bisa melewati simpang tiga Kedungmaling, ke kiri Jalan Sambiroto, Jalan Surodinawan, Jalan Tribuana Tunggadewi, Jalan Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Jatikulon, Jalan Raya Ijen, simpang empat Mertex, lalu menuju Surabaya.
Bisa juga dari simpang tiga Jampirogo ke kiri, Jalan RA Basuni, Jalan Brawijaya, Jalan Kartini, Jalan WR Soepratman, Jalan Tamansiswa, Jalan Gajah Mada, Jembatan Gajah Mada ke kanan, Mlirip, simpang tiga Mlirip ke kanan dan keluar simpang tiga Tarik mengarah ke Surabaya.
’’Jika kemacetan panjang, dua tim urai diterjunkan dan diberlakukan buka tutup jalur atau contraflow,’’ terang KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Lukman Basoni.
Sementara di titik rawan macet sisi utara Jembatan Gajah Mada, Basoni juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan jalan di depan PT Ajinomoto sebagai lajur tambahan bagi pemudik dari arah Jombang ke Surabaya. Sedangkan bagi pengendara yang hendak ke arah kota, harus melewati U-turn atau putar balik di depan PT Ajinomoto.
’’Nantinya kami bagi dengan membentangkan tali, juga kami tempatkan tim urai di utara jembatan dan di depan Ajinomoto. Biasanya kemacetan terjadi saat hari H Idul fitri sampai H+3 karena bertepatan dengan anjangsana ke sanak saudara,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah