Meski begitu, keamanan dan keselamatan CJH saat keberangkatan ke Tanah Suci nanti tetap menunggu kebijakan dan arahan pemerintah pusat.
Plt Kepala Kemenhaj Kabupaten Mojokerto M. Hilmi Faqih menegaskan, belum ada instruksi dari pusat dalam menyikapi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran beberapa pekan terakhir.
Jadwal keberangkatan yang sudah disusun juga masih berlaku tanpa ada perubahan berarti. ’’Belum ada surat resmi tentang proses persiapan yang sudah berjalan. Termasuk adanya penundaan atau perubahan jadwal,’’ ungkapnya, kemarin.
Meski demikian, Hilmi tetap mengimbau kepada ribuan CJH agar siap sedia apa pun yang terjadi. Termasuk jika nantinya jadwal dan rute penerbangan menuju Arab Saudi harus berubah guna menghindari bahaya dari serangan udara yang dilancarkan kedua negara yang berkonflik.
Sampai hari ini, Kemenhaj masih mempertimbangkan rute alternatif yang teraman jika konflik berlangsung hingga musim haji berjalan. Salah satunya menggunakan rute alternatif melewati Afrika, seperti yang dilayangkan Komisi VIII DPR RI saat rapat bersama Kemenhaj beberapa waktu lalu. ’’Kami menunggu dan mengikuti apa yang menjadi kebijakan pusat,’’ tandasnya.
Sebelumnya, rombongan CJH Kabupaten dan Kota Mojokerto telah dijadwalkan berangkat di gelombang kedua. Mereka terbagi menjadi enam kelompok penerbangan (kloter) yang memulai terbang 6 Mei nanti.
Dimulai dari kloter 60 yang diisi gabungan CJH Kota Mojokerto sebanyak 219 orang dan 155 CJH dari Jombang. Lalu, kloter 63 yang juga gabungan CJH Jombang dan Kabupaten Mojokerto dengan hanya diisi 10 CJH.
Kemudian kloter 64, 65, dan 66 yang diisi rombongan penuh CJH Kabupaten Mojokerto dengan masing-masing berisi 374 CJH. Terakhir, kloter 67 yang menyertakan 83 CJH Kabupaten Mojokerto gabung dengan 291 CJH asal Sampang. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah