"Momentum peresmian terasa istimewa karena bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga hadirnya Jembatan Bubak menjadi simbol penguatan silaturahmi, memperlancar akses masyarakat untuk beribadah, bekerja, berdagang, beraktivitas, sekaligus menjadi berkah bagi seluruh warga Gondang dan Kabupaten Mojokerto," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Jembatan rangka baja standar tersebut memiliki panjang bentang 60 meter dan lebar jalan 7 meter dengan nilai pembangunan sekitar Rp13 miliar. Infrastruktur ini sebelumnya terputus akibat banjir pada 2024 dan kini kembali menghubungkan aktivitas masyarakat Desa Gondang dan Desa Kebontunggul. “Alhamdulillah seminggu kemarin Jembatan Bubak selesai pengerjaan 100 persen," ujarnya.
Khofifah mengatakan pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun konektivitas, harapan dan masa depan masyarakat.
Hadirnya Jembatan Bubak dinilai memberi harapan baru tidak hanya bagi dua desa, tetapi juga bagi sektor budaya, pendidikan, sosial dan ekonomi termasuk mobilitas barang dan jasa. “Ketika ada harapan baru, hidup baru, sumber ekonomi baru maka semua bahagia," tuturnya.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto. Desain jembatan dirancang kokoh, fungsional, sekaligus estetis sehingga berpotensi menjadi ikon baru wilayah Gondang.
"Kita melihat bersama Jembatan Bubak menjadi ikon dan magnet baru wilayah Gondang. Bahkan saya mendapatkan laporan bahwa kawasan ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan baru masyarakat, termasuk tumbuhnya pelaku UMKM di sekitarnya," tuturnya.
Khofifah mengajak masyarakat menjaga dan merawat jembatan agar kebersihan serta estetika tetap terpelihara dan terhindar dari vandalisme maupun tindakan tidak bertanggung jawab.
"Tolong dijaga pemanfaatan jembatan Bubak karena milik bersama, lalu dijaga kebersihan sampahnya termasuk sampai proses pemagaran kanan kiri berlangsung aman dan nyaman sehingga jembatan bisa dinikmati oleh masyarakat Mojokerto," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjawab aspirasi masyarakat setelah akses terputus akibat banjir. "Tahun 2024 bencana banjir membuat jembatan terputus sehingga warga pesimis. Namun, akhirnya jembatan Bubak dibangun dan selesai. Tentu hal ini tidak hanya menjadi penghubung tetapi menjadi ikon baru bagu UMKM di Kecamatan Gondang," katanya.
Editor : Fendy Hermansyah