KOTA - Para pengguna jalan di Kota Mojokerto mesti waspada saat berkendaraa menerabas cuaca ekstrem. Itu karena cuaca buruk dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga hal yang tidak diinginkan.
Secara umum ada sejumlah hambatan saat berkendara di tengah cuaca ekstrem. Mulai dari minimnya jarak pandang hingga kemungkinan terdampak pohon tumbang. Sesuai prakiraan BMKG, hal tersebut merupakan dampak peningkatan cuaca ekstrem pada puncak musim hujan di bulan Februari ini.
”Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara di jalan,” terang Kapolres Mojokerto AKBP Herdiawan Arifianto, kemarin (18/2). Oleh karena itu, para pengguna jalan harus mempersiapkan diri dan kendaraan sebelum nekat menerabas cuaca buruk.
Polisi mengimbau agar menghindari parkir dan berteduh sembarangan, kurangi kecepatan dan fokus selama berkendara. Kemudian mewaspadai jalan licin dan genangan air karena dapat memicu terjadinya selip atau aquaplaning. ”Jangan memarkir kendaraan dan berteduh di bawah pohon maupun reklame karena berisiko tinggi terjadi tumbang,” ungkapnya.
Tidak kalah penting, menjaga jarak aman kendaraan untuk ruang pengereman. Menyalakan lampu utama kendaraan dapat meminimalisir minimnya jarak pandang. Selain itu, dianjurkan menghindari rem mendadak untuk mencegah terjadinya faktor teknis. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah